Kepala BP2MI Pontianak Klaim Sudah Maksimal Tangani Deportasi PMI

Kepala BP2MI Pontianak, Kombes Pol Erwin Rachmat. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala UPT BP2MI Pontianak, Kombes Pol Erwin Rachmat, menanggapi keluhan Gubernur Sutarmidji terkait deportasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) 11 Maret lalu yang didapati kasus positif Covid-19.

Menurutnya, instansinya sudah bekerja semaksimal mungkin dalam pemulangan itu. Termasuk memfasilitasi pemulangan PMI dari Entikong ke Pontianak yang kemudian diserahkan Dinas Sosial untuk dilakukan tes swab dan isolasi.

Bacaan Lainnya

Erwin menuturkan, BP2MI Pontianak tidak memiliki kemampuan untuk melakukan isolasi maupun mengembalikan PMI ke daerah asal. Sebab, BP2MI tidak memilik shelter penampungan dan anggarannya cukup kecil. Sehingga, para PMI diserahkan ke Dinsos untuk kemudian dipulangkan ke daerah asal.

“Tapi saya selaku Kepala BP2MI, tidak cengeng dan tidak mengeluh. Sebagai kepala UPT saya akan tetap laksanakan tugas minimal memfasilitasi PMI yang dideportasi dari Entikong dan diserahkan ke Dinsos untuk pulang ke daerah asal,” katanya, kemarin.

Sebelumnya, Gubernur Sutarmidji menuding kinerja BP2MI Kalbar sangat buruk dalam melakukan proses penerimaan PMI yang dideportasi oleh otoritas Malaysia. Sutarmidji mengatakan, BP2MI hanya membawa para PMI yang dideportasi oleh Malaysia dari perbatasan menuju ke Kota Pontianak.

“Setelah itu mereka (BP2MI) menghilang akhirnya bebannya diserahkan kepada provinsi untuk mengurus kepulangan dan memberikan fasilitas tempat menginap dan makan bahkan biaya tiket pesawat,” ujarnya dalam kunjungan Komisi IX DPR RI di Pontianak, kemarin.

Komisi IX DPR RI yang melakukan kunjungan kerja pada saat itu, meminta kedua pihak yang memiliki ketidaksamaan persepsi untuk mencari solusi bagaimana ke depannya, agar masalah pemulangan PMI dapat terkoordinasi, mulai dari isolasi hingga pemulangan ke daerah asal.

“Teman-teman PMI adalah masyarakat kita juga, mereka pejuang negara. permasalahan ini adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Emanuel Melkiades, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. (iriansyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *