Santri Masuk Kalbar Cuma Tes Antigen, Mahasiswa UGM: Aturan Tidak Adil

Faiq Priyantana. (Ist)

YOGYAKARTA, insidepontianak.com – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Kalimantan Barat, Faiq Priyantana keberatan atas aturan soal swab antigen, yang diperbolehkan bagi santri dari Jawa ketika masuk Kalbar.

Menurutnya, peraturan Gubernur Kalbar, Sutarmidji itu tidak adil. Sebab, cuma diberlakukan terhadap para santri. Sementara tidak bagi pelajar lain asal Kalbar, yang mengenyam pendidikan di pulau Jawa. Termasuk mahasiswa. Mereka tetap harus tes swab PCR.

Bacaan Lainnya

“Selaku mahasiswa Kalbar yang menempuh pendidikan di Jawa juga, merasa adanya perbedaan antara mahasiswa biasa dengan santri. Mereka juga menuntut pendidikan di Jawa. Kenapa mereka diizinkan menggunakan rapid antigen, sedangkan kami mahasiswa biasa harus menggunakan hasil PCR,” katanya kepada Insidepontianak.com, Sabtu (27/3/2021).

Dirinya merasa dianaktirikan. Ada perbedaan perlakuan oleh Pemprov Kalbar terhadap santri dan mahasiswa. Padahal, kedua status yang melekat itu sama-sama pelajar yang sedang menuntut ilmu.

Di sisi lain, pengurus Forum Mahasiswa Gadjah Mada (Formagama) Kalbar itu menyayangkan tidak ada bantuan yang diberikan Pemprov Kalbar terhadap mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan.

Sebab, pada tahun lalu, Pemprov Kalbar sempat memberikan bantuan tunai sebesar Rp1,8 juta kepada sebagian mahasiswa asal Kalbar, meski dia mengklaim tidak mendapatkan kuota bantuan tersebut.

Dirinya berharap, pemerintah memberikan perhatian kepada mahasiswa Kalbar yang sedang menempuh pendidikan. Sebab, pada periode waktu mendatang, para mahasiswa tersebut yang akan membangun Kalbar.

“Harapannya, pemerintah Kalbar tidak membedakan mahasiswa biasa dan santri. Karena, kita juga berkeinginan membangun Kalbar. Sebab, beberapa waktu yang akan datang, tak hanya santri, mahasiswa juga turut andil membangun Kalbar,” katanya. (iriansyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *