Jalan Provinsi di Kayong Utara Makin Rusak, Warga Desak Perbaikan Segera Dilakukan

Jalan Siduk-Sukadana Rusak Parah
RUSAK - Jalan Siduk-Sukadana, Kayong Utara semakin rusak parah. Jalan itu merupakan Jalan Provinsi Kalbar. (Ist).

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Jalan rusak parah masih terlihat di sepanjang jalan Sukadana-Siduk Kayong Utara. Belasan kilometer jalan yang rusak parah ini membuat laju kendaraan melamban. Bahkan yang dulunya jalan Sukadana-Ketapang bisa ditempuh dengan waktu 1,5 jam, sekarang bisa sampai 2,5 jam perjalanan baru bisa sampai di Ketapang. Begitupun sebaliknya.

Salah satu pengguna jalan Ketapang-Sukadana, Dini prihatin dengan kondisi jalan saat ini. Ia pun beberapa kali harus mengurungkan niatnya untuk menuju Ketapang, karena lelah melewati kondisi jalan yang rusak parah.

Bacaan Lainnya

“Saya kan sekarang sudah tinggal di Sukadana. Jadi, sesekali balik ke Ketapang, karena ada rumah orang tua di sana. Kalau tidak ada hal yang penting, rasa malas mau turun (Ketapang), karena jalannya rusak parah sekarang,” terang Dini, yang saat ini bekerja sebagai guru di salah satu sekolah di Kecamatan Simpang Hilir, Minggu (28/3/2021).

Menurut Dini, perbedaan jalan penghubung Kabupaten Kayong Utara, dengan Kabupaten Ketapang, bak surga dan neraka. Karena, sepanjang jalan Ketapang, khusus dari Siduk menuju kota Ketapang sangat bagus. Jalan itu kini sudah berstatus jalan nasional. Sedangkan jalan Siduk menunju Sukadana, rusak parah. Begitu pula dari jalan Sukadana-Teluk Batang, jalanannya hancur.

“Jauh sekali perbedaan jalan kita Kayong Utara dan Ketapang, macam surga dan neraka,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Kayong Utara maupun Pemerintah Provinsi Kalbar, dapat segera mengambil langkah cepat untuk perbaikan jalan tersebut. Karena, akses jalan itu merupakan jalur satu- satunya menuju Ketapang, ataupun sebaliknya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di tahun 2021 ini akan dianggarkan perbaikan Jalan Provinsi Sukadana-Siduk, dan Sukadana-Teluk Batang, dengan anggaran kurang lebih Rp20 Miliar. Namun belum diketahui secara pasti kapan realisasi perbaikannya akan dimulai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *