Jampidsus Kejagung Sita Mall Matahari dan Maestro Hotel Terkait Korupsi Asabri

Matahari Mall
Matahari Mall Pontianak. (Andi Rawansyah/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tim Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) akhirnya menyita enam aset milik Beni Tjoksrosaputro (BTS), tersangka korupsi PT Asabri.

Aset itu terdiri dari tanah, Mall Matahari, dan Hotel Maestro milik  BTS. Penyitaan itu telah mendapat penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak. Kasi Penkum Kejati Kalbar, Panja Edi Setiawan membernarkan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, aset yang disita tersebut berupa enam bidang tanah dan bangunan.  Yakni  satu bidang tanah dan bagunan sesuai HGB Nomor 469 dengan luas  9.820 meter persegi, satu bidang tanah dan bangunan sesuai HGB Nomor  511, yang terletak di Kota Pontianak, dengan luas 577 meter persegi.

“Di atas tanah tersebut, berdiri bangunan permanen Mall Matahari Pontianak,” kata Kasi Penkum Kejati Kalbar, Panja Edi Setiawan, Minggu (28/3/2021).

Hotel Maestro Pontianak
Maestro Hotel Pontianak. (Andi Ridwansyah/Insidepontianak.com).

Selanjutnya, adapula dua bidang tanah yang berlokasi di Jalan Sultan Abdurahman Pontianak, sesuai HGB Nomor 38 (dahulu Nomor 2058), dengan luas 2.034 meter persegi, dan satu bidang tanah lainya sesuai HGB Nomor 57 (dahulu Nomor 20.55) dengan luas 93 meter persegi. Di tanah tersebut berdiri bangunan permanen Maestro Hotel.

Kemudian, adapula tiga aset tersangka BTP yang masih dalam proses sita. Yaitu, tiga hamparan bidang tanah seluas kurang lebih 833 hektare, yang terletak di Desa Peniti Luar, Desa Sungai Purun Besar, dan Desa Sungai Burung Kabupaten Mempawah.

“Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran, guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara untuk proses selanjutnya,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *