Persekutuan Gereja di Mempawah Minta Jemaat Tenang Sikapi Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar

Pendeta Samuel Ricardo Banjarnahor
Sekretaris Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Kabupaten Mempawah, Pendeta Samuel Ricardo Banjarnahor. (Ist).

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Kabupaten Mempawah, Pendeta Samuel Ricardo Banjarnahor, mengimbau seluruh jemaat gereja di Kabupaten Mempawah untuk beribadah sebagaimana mestinya. Dia meminta jemaat tidak takut dengan aksi teror, menyusul kejadian bom bunuh diri di kawasan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3/2021) pagi.

“Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Mempawah mengutuk keras aksi teror bom bunuh diri di Makassar hari ini. Saya mengimbau jemaat di Kabupaten Mempawah agar tenang menyikapi ini, tetaplah beribadah sebagaimana mestinya,” pesan Pendeta Samuel Ricardo Banjarnahor.

Menurutnya, pekan depan, jemaat Gereja akan melaksanakan ibadah Jumat Agung, dan ibadah Paskah. Dia berharap ibadah nantinya tetap berjalan hikmat. Jemaat tidak khawatir berlebihan pascakejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Pendeta Samuel menilai, aksi bom bunuh diri itu, akan menambah sederet catatan aksi teror di rumah ibadah gereja. Dia menegaskan, aksi teror tersebut tidak pernah dibenarkan dalam ajaran agama apapun. Tindakan terorisme hanya akan menimbulkan trauma bagi masyarakat.

“Aksi bom bunuh diri hari ini, mengingatkan kita, dengan aksi-aksi serupa yang terjadi sebelumnya, itu hanya menimbulkan trauma kepada masyarkat. Polisi harus mengusut tuntas siapa dalang di balik semua ini. Mudah-mudahan, para korban segera mendapatkan trauma healing,” harapnya.

Pendeta Samuel mengajak seluruh umat untuk mendoakan agar bangsa indonesia terhindar dari musibah dan segala jenis marabahaya yang mengancam keselamatan. Dia berharap tidak ada lagi aksi teror serupa di indonesia.

“Tindakan terorisme hanya akan mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. Mudah-mudahan, tidak terjadi lagi hal seperti ini,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *