Wali Kota Edi Dorong Kampung Donor Darah Semakin Banyak di Kota Pontianak  

Wali Kota Edi
PENCANANGAN - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono canangkan Kampung Donor Darah di Komplek Didis Permai RT 03 RW 15 Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur, Minggu (28/3/2021). (Prokopim Pemkot Pontianak).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono lakukan pencanangan Kampung Donor Darah di Komplek Didis Permai RT 03 RW 15 Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur, Minggu (28/3/2021).

Pencanangan tersebut sekaligus dirangkai dengan kegiatan donor darah.Diikuti 105 pendonor, dengan jumlah 95 kantong darah yang berhasil terkumpul.

Bacaan Lainnya

Setelah pencanangan Kampung Donor Darah itu dilakukan, Edi berharap bisa menjadi percontohan bagi kelurahan-kelurahan lainnya yang ada di Kota Pontianak.

“Kita berharap masing-masing wilayah membentuk kampung donor darah sebagai wujud kepedulian sosial,” ujarnya.

Edi menyebut, Kota Pontianak memiliki kebutuhan darah setiap harinya mencapai 150 kantong. Jumlah tersebut tidak bisa dipenuhi keseluruhan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak. Karena mereka hanya mampu menyediakan sekitar 70 hingga 80 kantong darah.

“Darah ini tidak bisa diproduksi dengan mesin, melainkan hanya dari tubuh manusia. Oleh sebab itu, kita terus mensosialisasikan kepada siapapun untuk mendonorkan darahnya demi kemanusiaan,” tuturnya.

Edi menambahkan, bagi mereka yang telah mendonorkan darahnya akan didata dalam database pendonor. Sehingga, ketika dibutuhkan, para pendonor tersebut bisa dihubungi untuk kesediaan mendonorkan darahnya.

“Karena setiap orang yang mendonorkan darahnya, tidak bisa dilakukan setiap hari, tetapi harus ada rentang waktu antara 3-4 bulan,” terangnya.

Lurah Saigon, Yuspriati menuturkan, keberadaan Kampung Donor Darah ini akan semakin memudahkan, tersistematis dan mendekatkan kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan kemanusiaan ini.

Para pegiat dan relawan kampung donor diharapkan tidak hanya semata mendonorkan darah saja, tetapi juga menjalin komunikasi dan terorganisasi untuk mengajak, mengedukasi dan mensosialisasikan manfaat donor darah kepada masyarakat di lingkungannya.

“Mengingat darah sangat dibutuhkan sebagian masyarakat untuk transfusi darah, sehingga kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya sangat penting dalam menolong nyawa orang lain,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *