Kecewa Hakim Tolak Praperadilan Jumardi, Amir: Apakah Ini Pertaruhan Adu Gengsi

  • Bagikan
Tokoh Pemuda Sambas, Amir (kiri) bersama Kuasa Hukum Jumardi, Andel (kanan)/Ist

SAMBAS, insidepontianak.com -Hakim Pengadilan Negeri Pontianak menolak gugatan praperadilan yang diajukan kuasa hukum Jumardi, warga Tempukung, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas yang tersandung kasus jual beli satwa dilindungi, Senin (29/3/2021) di Pontianak.

Jumardi ditangkap aparat saat menjual burung bayan kepada calon pembeli di Kecamatan Tebas, Sambas. Calon pembeli tersebut disinyalir adalah aparat yang sengaja menjebak Jumardi agar mau membawa barang bukti sepuluh ekor burung bayan saat ditangkap.

Tokoh Pemuda Kabupaten Sambas, Amir, yang turut mengawal kasus tersebut, mengaku sangat kecewa dengan  putusan hakim. Dia menilai sidang praperadilan di Pontianak sebagai ajang adu gengsi antara tergugat dan penggugat.

Amir mengatakan, jangan sampai dalam kasus Jumardi terjadi intervensi kepada hakim sebagai pengadil.

“Asumsi saya, apakah ini pertaruhan adu gengsi, karena burung bayan, Polda sampai digugat di praperadilan. Kami disini hanya membela hak Jumardi atas ketidakadilan ini,” katanya kepada Inside Pontianak.

Amir mengatakan, dia tetap menghargai keputusan hakim yang membacakan putusan hari ini. Kedati praperadilan ditolak, dia bersama Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas (AMKAS) akan tetap mengawal kasus Jumardi sampai selesai.

“Karena sudah ditolak di praperadilan, maka kasus ini akan masuk ke sidang pokok perkara. Saya bersama AMKAS akan tetap mengawal kasus ini sampai selesai. Selanjutnya akan masuk ke sidang pokok perkara,” katanya.

Amir berharap, sidang pokok perkara kasus Jumardi akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sambas. Sampai saat ini belum ada kepastikan dimana sidang akan digelar.

“Kepastian belum ada, tapi informasi yang saya dapat kasus Jumardi akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sambas, mudah-mudahan benar, itu harapan kita,” katanya. (Yak)

Komentar
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: