Kubu Raya Optimis Kejar Zero Stunting

Bupati Muda
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendra. (Dok. Prokopim Kubu Raya).

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrwan membuka kegiatan rembuk stunting yang gelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kubu Raya, di Ruang Pertemuan Hotel Gardenia, Kubu Raya Selasa (30/3/2021). Kegiatan rembuk stunting itu bertemakan ‘Kepong Bakol Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kubu Raya’. Kegiatan itu dihadiri seluruh kepala Puskesmas di Kubu Raya, sejumlah Kepala OPD Kubu Raya, dan Anggota Komisi IV DPRD Kubu Raya.

Bupati Muda menyebutkan, kegiatan rembuk stunting dumaksudkan agar semua sektor bersama-sama bekerja melalui program inovasi untuk mengejar zero stunting. Menurut Muda, kegiatan ini harus bisa dijadikan semangat dan motivasi serta optimis untuk mengejar zero stunting.

Bacaan Lainnya

“Kita tau ini memang berat, tapi melalui kebiasaan yang dibangun di masyarakat yang dimulai dengan cara pikir. Jika sudah faham, sudah sadar dan satu pemahaman, maka yang ditargetkan ini akan tercapai,” kata Muda Mahendrawan.

Muda menerangkan, untuk menekan angka stunting, Pemkab Kubu Raya telah berupaya melakukan berbagai inovasi, bahkan hingga di tingkat desa, seperti pengadaan USG portable di tingkat desa melalui Dana Desa.

“Desa-desa sudah mulai membuat regulasi untuk pengadaan USG portable, sehingga kepungannya akan lebih fokus dan deteksi dininya juga akan lebih cepat,” tutur Muda.

Selain itu, kata Muda, untuk penurunan angka stunting, Pemkab Kubu Raya juga akan berupaya melalui program-program lainnya secara ‘kepong bakul’ bersama masyarakat seperti air bersih dan sanitasi.

“Yang terpenting adalah faktor pisikis terutama kebahagiaan. Karena kebahagiaan itu akan memunculkan sugesti sehat yang baik, saya yakin stunting akan menurun dengan sangat cepat  dan zero stunting tidak manjadi suatu yang mustahil,” kata Muda.

Muda menambahkan, sistem data berbasis geospasial juga sudah dilakukan Pemkab Kubu Raya, data si-bunda, ibu hamil, anak, bayi dan balita yang ada di tiap rumah sudah berbasiskan by name, by addres, by koordinat dan infografis dengan kondisi yang ada, diiringi dengan adanya pendataan keluarga yang dilakukan oleh BKKBN di semua desa.

“Yang kita kejar adalah data di setiap rumah tangga, sehingga ini akan memudahkan kita untuk menuju satu data, satu peta dalam meramu kebijakan yang tepat dan efektif. Perencanaan jauh lebih maksimal, apalagi dalam evaluasi dan monitoring serta pengendalian langkah-langkah semua kegiatan dan program yang kita lakukan,” kata Muda. (jek).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *