Polisi Musnahkan Barang Bukti Narkoba yang Dikendalikan Napi Lapas Pontianak

Pemusnahan barang bukti sabu-sabu di Polresta Pontianak. (Rezqy/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Leo Triwibowo memimpin pemusnahan barang bukti narkoba berupa sabu-sabu seberat 1,1 kilogram di halaman Polresta Pontianak Kota, Selasa (30/3/2021). Barang bukti narkoba ini merupakan hasil penangkapan dari kasus narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Pontianak.

“Para tersangka sudah tertangkap. Barang bukti tersebut terdiri dari satu paket sabu seberat satu kilogram dan satu klip transparan sabu-sabu seberat satu ons,” ungkapnya saat menjelaskan kronologis kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

Leo menambahkan, sebelumnya salah satu anggota polisi mendapatkan informasi dari warga, yang mana telah mengamankan seseorang yang dicurigai membawa narkoba. Untuk itu, pihaknya langsung melakukan pengamanan ke tempat kejadian perkara dan mencari barang bukti dari tersangka.

“Hari minggu, 14 Maret sekitar pukul 15.00 WIB salah satu anggota kami Bripka Asri Prabowo mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada warga berinisial MH telah diamankan oleh warga. Tersangka dicurigai karena terkesan gugup dan tergopoh-gopoh serta membuang sebuah tas. Saat dilakukan proses pencarian oleh anggota, tas tererbut ditemukan. Ketika dibuka, terungkap ada 1,1 kilogram sabu,” terangnya.

Setelahnya, tersangka langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Pontianak Utara untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari pengembangan kasus tersebut, diketahui MH mengaku berperan sebagai kurir narkoba.

“Tersangka diserahkan ke Polsek Utara. Satres Narkoba melaksanakan pengembangan dan didapatkan hasil MH mendapat perintah sebagai kurir dari tersangka berinisial CU, yang ada di dalam Lapas dan juga memang tersangka narkoba,” ucap Leo.

Selain MH dan CU, dari hasil pengembangan kasus didapatkan tersangka lainnya berinisial SW dan IM. Dimana tersangka SW merupakan merupakan istri dari tersangka CU.

“SW istri dr CU dan tersangka IM ini yang menerima (barang bukti) pada saat pengiriman dari Kabupaten Sanggau, tepatnya di Balai Karangan. Oleh karena itu mereka kami jadikan tersangka dan saat ini sedang proses tahap lanjut. Kita yakin peredaran masih banyak. Empat orang ini akan kita kirim ke Kejaksaan dan Pengadilan,” tegasnya.

Dirinya yakin peredaran narkoba masih banyak terjadi di lapangan. Untuk itu ia memohon dukungan semua pihak untuk mengentaskan peredaran narkoba ke depannya.

“Kita sama-sama berharap agar peredaran narkoba ini semakin sempit, karena ini tugas kita bersama. Semoga peredaran narkoba di wilayah Pontianak ini bisa berkurang. Kita wujudkan Pontianak yang bebas dari narkoba,” tutupnya. (Rezqy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *