YIARI Minta Dukungan Pemkab Bengkayang Lindungi Orang Utan Gunung Bawang  

– Comdev Manager Yayasan IAR Indonesia, Wendi Tamariska. (Ist)

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Comdev Manager Yayasan IAR Indonesia, Wendi Tamariska meminta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bengkayang, terkait perlindungan spesies orang utan di Hutan Lindung Gunung Bawang.

Sebelumnya, IAR Indonesia telah melakukan survei sarang orang utan di dua desa lembah Gunung Bawang, yaitu Seren Selimbau dan Lembah Bawang. Dari hasil survei, ditemukan sebanyak empat sarang.

Bacaan Lainnya

“Ya, jumlah sarang orang utan yang kita temukan sebanyak empat sarang kategori A, C dan D, dari total panjang jalur transect 16,9 km,” katanya, saat audiensi bersama Pemkab Bengkayang, kemarin.

Wendi menyebut, orang utan Kalimantan (Pongo Pygmoeus) adalah salah satu spesies dari tiga spesies orang utan di Indonesia.

Dua dari tiga sub spesies berada di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu pongo P Pygmoeus dan Pongo P Wrumbii yang berstatus terancam punah.

“Hutan Lindung Gunung Bawang merupakan kawasan yang diduga sebagai salah satu habitat terakhir orang utan Kalimantan,” ujarnya.

Pemerhati Lingkungan IAR itu menilai, selama ini perhatian lembaga yang bergerak di bidang lingkungan di Bengkayang masih kurang.

“Setelah kita audiensi, kita harapkan Bupati mendukung penuh apa yang ingin kita lakukan ke depannya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau, kepada seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan hutan dan lingkungan agar tetap lestari dan asri. (Baruna)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *