Leher Nyaris Putus Terbelit Tali Gelasan, Aswandi Minta Aparat Gencar Razia Pemain Layangan

Korban Tali Gelasan Layangan
LIHATKAN - Aswandi, warga Kabupaten Mempawah, memperliharkan bekas luka jeratan tali gelasan layangan di lehernya, Selasa (30/3/2021). (Ist).

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Permainan layang-layang di Kabupaten Mempawah kembali memakan korban. Belum lama ini, seorang warga bernama Aswandi alami luka di leher akibat terbelit tali gelasan saat melintas di jalan Dusun Bamban, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur.

Beruntung, pria 46 tahun itu sigap, dan segera menghentikan sepeda motor di pinggir jalan, untuk melepas belitan gelasan yang sudah merobek kulit lehernya.

Bacaan Lainnya

“Kejadiannya empat hari lalu. Tepatnya minggu malam, sekitar jam tujuh. (19.00 WIB). Untung leher saya tidak putus, saya merasa panas di leher, saya pegang ternyata tali gelasan. Leher saya luka,” kata Aswandi.

Kejadian korban layangan di daerah itu sudah sering terjadi. Aswandi merupakan korban yang kesekian kali. Permainan layangan yang menggunakan tali gelasan, memang membahayakan. Meresahkan warga.

Sebab itu, Aswandi meminta aparat melakukan penertiban pemain layang-layang. Agar tidak ada korban tali gelasan lagi. Seperti yang ia alami.

“Pemerintah harus punya langkah serius, minimal razia gencar dilakukan oleh petugas berwenang,” harapnya.

Aswandi dorong aparat berwenang tegas melakukan penertibkan para pemain layangan bertali kawat dan gelasan. Sebab, jika tidak ada penindakan efek jera, maka kasus orang celaka akibat tali layangan takkan pernah hilang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *