Bank BNI Kebobolan Rp2,5 Miliar, Pengusaha Sambas Saran Evaluasi Manajemen

Pengusaha asal Sambas, Eko Setiawan. (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – Bank BNI Cabang Sambas kebobolan. Oknum teller yang bekerja di bank milik negara tersebut leluasa menilep uang nasabah hingga Rp2,5 miliar.

Kejahatan itu, mendapat sorotan dari pengusaha Kabupaten Sambas, Eko Setiawan. Dia menyarankan, pihak bank harus mengevaluasi manajemen internal kepegawaian.

Bacaan Lainnya

“Saya khawatir sekali, jika sekelas bank milik negara bisa kebobolan seperti itu, bagaimana nasabah bisa merasa aman ketika menyimpan uang di bank. Saya sarankan harus dilakukan evaluasi manajemen internal dalam bank tersebut,” katanya kepada Insidepontianak.com, Kamis (1/4/2021) di Sambas.

Eko menilai ada keteledoran, di mana aksi kejahatan yang dilakukan oknum teller bank tersebut berlangsung secara periodik. Mulai dari Agustus 2020 sampai Maret 2021 baru terungkap. Seyogianya kata dia, pihak bank punya standar operasional prosedur (SOP) terhadap aktivitas mencurigakan dari pegawainya.

“Jika ada uang yang hilang dengan nilai yang cukup fantastis, seharusnya pihak bank bisa mengetahui itu sejak awal. Jika delapan bulan baru terungkap, tentu menjadi pertanyaan semua pihak,” katanya.

Eko mengatakan, dengan adanya kasus seperti ini, akan berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan nasabah terhadap bank tersebut. Dia meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, karena tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan orang dalam yang mendukung aksi kejahatan pelaku.

“Nasabah bank butuh rasa aman ketika menyimpan uang mereka di bank, kasus ini tentu akan berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan masyarakat. Polisi harus usut sampai tuntas, bisa saja ada orang lain di dalam yang terlibat, tapi mudah-mudahan saja tidak ada,” katanya.

Eko mengatakan, bank adalah bagian penting bagi pengusaha. Terlebih lagi, Sambas sangat membutuhkan investasi dari luar, semua itu tentu berkaitan seperti mata rantai yang saling berhubungan.

“Investor yang akan menaruh uangnya di bank yang ada di Sambas harus mendapatkan rasa aman. Kalau tidak aman, siapa yang mau mengambil risiko uangnya hilang,” katanya.

Sebelumnya, Polres Sambas berhasil mengungkap kasus penggelapan uang nasabah oleh oknum teller yang merugikan bank hingga miliaran rupiah. Pelaku melakukan itu sejak Agustus 2020, delapan bulan baru terungkap, uang Rp2,5 miliar sudah habis dipakai untuk trading di aplikasi Binomo. (Yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *