Pemuda Dayak Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Gereja PIBI Bengkayang

  • Bagikan
Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang, Lipus saat diwawancarai Insidepontianak.com, terkait korupsi hibah proyek Gereja PIBI Bengkayang, Kamis (1/4/2021). (Baruna/Insidepontianak.com)

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang, Lipus meminta polisi mengusut tuntas dugaan korupsi proyek pembangunan Gereja PIBI Center. Proyek tersebut berasal dari dana hibah Pemkab Bengkayang tahun 2016 dan 2019.

“Melihat hal ini, saya harap pihak terkait dapat memeriksa dan mengusut kasus ini secara tuntas,” ucapnya, Kamis (1/4/2021).

Dia menegaskan, tidak etis jika ada oknum yang korupsi dana hibah untuk bantuan gereja atau tempat ibadah. Semestinya selaku umat beragama justur ikut membantu anggaran pembangunan tersebut.

“Sangat miris dan ironis. Saya heran, seharusnya dibantu, bukan malah diselewengkan,” ucapnya.

Dia berharap kasus ini mendapatkan titik terang. Pembangunan ini mesti dilanjutkan oleh orang yang benar-benar kompeten dan mempunyai hati nurani yang bersih. Sehingga gereja ini bisa terealisasi agar semua masyarakat dan jemaat bisa merasakan pembangunannya.

“Semoga kasus ini cepat ditangani dan cepat selesai,” tutupnya.

Sebelumnya, mantan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot juga ikut diperiksa terkait dugaan korupsi hibah pembangunan Gereja PIBI Center di Jalan Singkawang, Kelurahan Bumi Emas , Kecamatan Bengkayang ini.

Gereja mangkrak itu, dibangun dari dana hibah Pemkab Bengkayang tahun 2016 dan 2019, saat dia duduk sebagai Bupati Bengkayang. Dana itu digelontorkan dalam dua tahap. Tahun 2016  sebesar Rp 1,096 miliar. Kemudian 2019 sebesar Rp3 miliar lebih. Kejanggalan terlihat dalam anggaran 2019, sebab di NPHD hanya disetujui Rp20 juta. (baruna)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: