Perpisahan Masyarakat dengan Satgas TMMD ke 110 Bukan Akhir dari Segalanya

Seorang Anggota Satgas TMMD berfoto bersama dengan warga Dusun Suka Ramai, Desa Hulu Pengkadan, Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (2/4/2021).

PUTUSSIBAU, insidepontianak.com – Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, kata inilah yang pantas diucapkan, saat sebagian Personel TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-110 tahun anggaran 2021 Kodim 1206/PSB meninggalkan Dusun Suka Ramai, Desa Hulu Pengkadan, Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (2/4/2021).

Pelepasan yang mengharukan ini membuat hampir semua orang yang hadir pada saat itu meneteskan air mata. Bagaimana tidak, kehadiran anggota Satgas TMMD ke-110 Kodim 1206/PSB selama sekitar sebulan ini membawa perubahan kemajuan bagi desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Dari TMMD bisa disimpulkan bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus permasalahkan, tapi dipersatukan sebagai simbol kekuatan, terbukti bahwa perbedaan profesi antara Satgas TMMD dan masyarakat Suka Ramai yang dibalut dengan kebersamaan dan kegotong royongan sehingga program membangun negeri ini bisa selesai tepat waktu.

Kepala Desa Hulu Pengkadan Masra. menyampaikan rasa haru, bahagia dan sedih dengan hal ini.

“Semoga Allah SWT akan selalu melimpahkan rahmat kepada Bapak TNI sekalian, serta menjadikan semua ini sebagai ladang pahala yang terus mengalir, sungguh kami tak mampu membalas jasa dan kebaikan bapak,” kata Khasbullah.

Pemuda ini juga menyampaikan permohonan maaf, baik yang disengaja atau tidak selama bergabung dalam kegiatan TMMD.

“Tidak ada yang bisa kami berikan, hanya Do’a semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, selamat jalan semoga sampai tujuan,” kata Masran.

Sementara perwakilan aggota Satgas Serda TMMD, M Danny Purnomo mengatakan, perpisahan ini bukan akhir segalanya, yang penting silaturahmi masih terjalin.

“Jangan putus komunikasi kita sudah menjadi saudara dan keluarga, kalau ada umur panjang dan kesempatan kami pasti ke sini lagi, yang penting di siapkan cumi-cuminya,” kata dia memecah keharuan. (Dny/1206)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *