150 Perusahaan Tiongkok Investasi ke Kalbar, Pengamat: Jangan Lupakan Tenaga Kerja Lokal

Pengamat Ekonomi Untan, Eddy Suratman. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Eddy Suratman menyebutkan, rencana pemerintah pusat mendatangkan 150 perusahaan asal Tiongkok untuk berinvestasi ke Kalbar sebagai hal positif. Kendati demikian, mesti memperhatikan tenaga kerja lokal.

“Tahun 2020, ekonomi Kalbar terkontraksi sebesar 1,82 persen. Maka untuk mendorong ekonomi tumbuh positif di tahun 2021 dan seterusnya, membutuhkan investasi yang besar agar tidak lagi terkontraksi,” ungkapnya kepada Insidepontianak.com, Sabtu (3/4/2021).

Bacaan Lainnya

Terkait rencana itu, dia meminta pemerintah pusat dan provinsi hinga kabupaten dan kota, untuk menyambut rencana investasi itu dengan baik. Agar tidak berpindah ke negara lain atau ke provinsi lain.

“Karena, kondisi saat ini sulit mendatangkan investasi,” jelasnya.

Investasi yang dianggap menguntungkan itu, kata Eddy, harus disambut dengan persiapan matang dari Pemprov Kalbar dengan mempersiapkan regulasi perundang-undangan, dan peraturan daerah provinsi hingga kabupaten/kota tentang penanaman modal.

Peraturan yang dibikin nantinya, mesti memperhatikan dan mengakomodir tenaga kerja lokal. Jangan sampai malah berpihak ke pemodal dan tidak memberikan kesempatan terhadap tenaga kerja di daerah.

“Walau kita bersemangat menyambut rencana itu, tapi jangan lupa perundang-undangan mau pun Perda tentang penanaman modal. Jangan sampai warga kita jadi penonton. Harus didorong warga kita menjadi pekerja di perusahaan tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, M Lutfi menyampaikan pemerintah pusat berhasil mendatangkan 150 perusahaan asal Tiongkok yang akan berinvestasi ke Kalimantan Barat. Investasinya senilai US$ 1,38 juta dollar. (iriansyah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *