Aktivitas PETI di Bengkayang Mulai Rambah Daerah Kota

Camat Bengkayang, Dominus Robinson
Camat Bengkayang, Dominus Robinson. (Baruna/Insidepontianak.com).

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bengkayang semakin marak. Bahkan, sudah merambah hingga ke daerah Kota Bengkayang.

Seperti yang ditemukan pihak Dinas Lingkungan Hidup, bersama Jajaran Kecamatan Bengkayang dan Polsek Bengkayang baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Mereka memergoki kegiatan PETI di Desa Tirta Kencana, Kecamatan Bengkayang. Kegiatan itu, sudah merusak lingkungan warga sekitar. Termasuk lahan persawahan sekitar.

Camat Bengkayang, Dominus Robinson, memastikan akan menangani aktivitas PETI tersebut. Dalam waktu dekat dia mengagendakan melakukan pertemuan dengan pemangku Desa Tirta Indah dan pihak terkait.

Menurutnya, penanganan PETI harus dilakukan dengan cara persuasif. Sebab, bagaimanapun, ada beberapa warga menggantungkan nasibnya dari usaha itu. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.

“Kami akan memanggil tokoh masyarakat, dan pelaku usaha yang kerja yang menggunakan excavator maupun dompeng, untuk mencari solusi terbaik,” ucap Dominus.

Kepala Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Bengkayang, Yuniarda memastikan, aktivitas PETI di Desa Tirta Indah ilegal.

“Untuk Desa Tirta Kencana aktivitas penambangan tidak memiliki izin. Apalagi di titik lokasi ini, ada mineral emas, dan pengelolaannya jadi kewenangan Dinas Provinsi,” ucapnya.

Dia pun mendorong aktivitas PETI itu segera diterbitkan. Kasatpol PP Kabupaten Bengkayang, Ali Akbar, menegaskan, pihaknya bersama jajaran Polsek, aparat desa dan kecamatan akan segera menertibkan kegiatan PETI di Desa Tirta Kencana. Penertiban akan dilakukan jika Bupati sudah memberi arahan dan perintah.

“Kami masih menunggu arahan Bupati. kalau perintah tertulis sudah ada, kami langsung turun, sebab aktifitas ini merugikan seluruh warga Bengkayang,” ucap Ali Akbar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *