Ingin Entaskan Buta Aksara Baca Quran, Hajon Mahdy Luncurkan Aplikasi Qara’a

Launching Aplikasi Qara'a
LAUNCHING - Berbagai perwakilan Stakeholder pembuatan aplikasi Qara'a hadir dan secara bersama meluncurkan aplikasi tersebut secara resmi, Minggu (4/4/2021) di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Pontianak. (Rezqy/Insidepontianak.com).

PONTIANAK – insidepontianak.com – Sebuah aplikasi belajar Alquran bentukan developer aplikasi asal Pontianak bernama Qara’a, resmi diluncurkan, Minggu (4/4/2021) di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Co-Founder Qara’a, Hajon Mahdy Mahmudin mengatakan, tujuan aplikasi itu untuk memudahkan masyarakat belajar quran. Dengan demikian diharapkan, buta aksara baca quran di indonesia bisa dientaskan.

“Sesuai riset Institut Ilmu Quran, itu lebih dari 65 persen penduduk muslim Indonesia tidak bisa baca Alquran, berikut tidak memahami maknanya. Sehingga, kami yang dititipkan punya bakat dibidang develepor aplikasi, coba membuat sebuah aplikasi bernama Qara’a,” kata Hajon Mahdy Mahmudin.

Menurutnya, aplikasi Qara’a, fokus dalam pendalaman fitur khusus belajar quran supaya lebih mudah. Selain itu, di aplikasi tersebut juga menyediakan berbagai informasi pengetahuan tentang islam. Salah satunya ada jadwal salat, dan beberapa kajian islam lainnya.

“Awalnya kami membuat aplikasi Qara’a sama dengan aplikasi muslim lainnya. Ada quran, ada jadwal sholat, ada jadwal kajian dan lain sebagainya. Namun, karena melihat kebutuhan, kami ingin membuat diferensiasi, akhirnya kami fokus ke pengentasan buta aksara quran,” terangnya.

Hingga saat ini, aplikasi Qara’a, telah meyediakan belasan fitur gratis. Terdiri dari, membaca Alquran, informasi salat, sirah nabawiyah, belajar iqra, tuntunan wudhu, tuntunan amal yaumiyah, tasbih, jadwal salat terdekat, azan project, dan lain sebagainya.

“Jadi, nanti di aplikasi Qara’a bisa customize mau dengar suara adzan siapa. Karena di adzan project, kami menggandeng artis ibu kota sehingga kita bisa mendengarkan suara adzan dari mereka,” paparnya.

Hajon menambahkan, sejauh ini sudah terdapat sekitar 450 ribu pengguna aktif yang mengunjungi aplikasinya setiap bulan. Sehingga, ini menjadikan Qara’a sebagai aplikasi terlaris ke enam di google play store untuk kategori pendidikan.

Sedangkan di apple store sendiri, aplikasi Qara’a masuk jajaran 100 besar terlaris. Ini juga menjadikan Qara’a sebagai aplikasi asal Kalimantan Barat pertama yang mampu meraih pencapaian tersukses.

“Dari 450.000 pengguna itu, 87 persennya orang Indonesia. Lima persennya dari Malaysia, sisanya tersebar. Ada dari Taiwan, Jepang, dan ada juga pengguna dari Eropa. Tapi, rata-rata mereka adalah orang Indonesia yang kerja di sana,” jelasnya.

Ke depan, Mahjon menargetkan, aplikasinya itu bisa menjangkau lebih banyak pengguna, sehingga semakin banyak masyarakat di indonesia yang terbantukan untuk mempelajari baca quran yang baik.

Dia meyakini, belajar baca quran menggunakan aplikasi itu sangat mudah. Masyarakat tidak perlu malu. Sebab tidak perlu bertemu guru ngaji secara langsung. Seluruh panduan membaca quran yang baik dan benar disediakan.

“Target kami dengan bantuan teman-teman pondok digital, ingin mengentaskan buta aksara Quran ke 23 juta pembaca Quran. Sehingga aplikasi Qara’a bisa menjadi alternatif orang-orang untuk membaca quran,” ucapnya.

Mahjon menyebut, tingginya anka buta aksara membaca Quran di indonesia, karena sebagian masyarakat malu untuk belajar. Apalagi di rentang usia 18 sampai 30 tahun. Di usia itu, ada kecendrungan masyarakat malu untuk belajar langsung dengan guru ngaji.

“Nah, aplikasi Qara’a ini, menjadi solusi mudah untuk belajar membaca Quran tanpa batas ruang dan waktu,” katanya.

Dia menjamin, aplikasi Qara’a, sudah tervalidasi dengan lembaga-lembaga yang kredibel di bidangnya. Sehingga, masyarakat tidak perlu cemas terkait kualitas dari konten di aplikasi tersebut, termasuk fitur Alquran. (Rezqy).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *