Gubernur Sutarmidji Ingin FKPM Kepemimpinan Syarif Machmud Alkadrie Jadi Pelopor Penjaga Budaya

Pelantikan Ketua DPW FKPM Kalbar
HADIRI - Gubernur Kalbar, Sutarmidji hadiri pelantikan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Pemuda Melayu (FKPM) Kalbar, Syarif Machmud Alkadrie, di Hotel Aston Pontianak, Minggu (4/4/2021) malam. (Resqy/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menginginkan, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Pemuda Melayu (FKPM) Kalbar yang kini dikomandoi Syarif Machmud Alkadrie, menjadi pelopor penjaga budaya.

“Kita harus mengembangkan identitas melayu itu sendiri,” pesan Sutarmidji dalam sambutan pelantikan Ketua DPW FKPM Kalbar, di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Minggu (4/4/2021).

Bacaan Lainnya

Sutarmidji berharap, identitas dan kebudayaan melayu terus dipertahankan. Apalagi semakin hari, tantangan untuk melestarikan budaya melayu semakin terkikis, seiring derasnya arus kebudayaan global yang masuk di berbagai sendi kehidupan.

“Arsitektur melayu susah dicari. Ukiran-ukiran kayu dengan motif melayu sudah sulit ditemukan. Cara berpakaian telok belanga, juga harus ada dan tertulis. Untuk pedoman anak cucu kita,” harapnya.

Dia menyebutkan, langkah sederhana yang bisa dilakukan dalam melestarikan budaya melayu di tengah masyarakat, yaitu dengan membiasakan diri berbahasa melayu di setiap aktivitas sehari-hari. Agar bahasa melayu bisa tetap eksis dan lestari di tengah arus moderenisasi.

“86 persen masyarakat Kota Pontianak menggunakan bahasa itu (Melayu). Jadi harus tetap digunakan di kehidupan sehari-hari. Jangan malu berbahasa melayu,” pesannya.

Sebelumnya, Pangeran Sri Negara, Syarif Machmud Alkadrie terpilih sebagai Ketua DPW FKPM periode tahun 2021-2026. Atas amanah itu, dia berkomitmen akan memperkuat nilai-nilai kebudayaan melayu. Siap bersinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah dan bangsa. Melalui pelestarian budaya.

Di bawah kepemimpinannya, Syarif Machmud Alkadrie menyatakan FKPM akan menjadi pelopor toleransi yang selalu merawat kebinekaan.

“Keutuhan bangsa indonesia adalah hal mutlak yang harus dijaga. Mari bahu membahu menjaga stabilitas dan kondusifitas keberagaman suku dan agama di Kalimantan Barat,” Tutupnya. (Rezqy).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *