Manajemen Jamin Keamanan Lahan Perumahan Mega Lavender Desa Kapur

Salah satu rumah Mega Lavender. (Dok. Mega Lavender)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Manajemen PT Mega Lavender Jaya Raya, menjamin keamanan hukum lahan perumahan elite ‘Mega Lavender Residence’ yang berlokasi di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. Mereka membantah tudingan Benny Irawan, pihak yang mengaku sebagai ahli waris dan menyebut tanah tersebut bermasalah secara hukum.

“Tanah ini aman. Kami (developer) jamin. 100 persen tanah ini bukan termasuk sengketa, bukan hak gadai, dan tidak masuk permasalahan hukum. Jika pun timbul masalah hukum, kami bertanggung jawab,” kata Direktur Pemasaran PT Mega Lavender Jaya Raya, Felix Edbert kepada Insidepontianak.com, Selasa (6/4/2021).

Bacaan Lainnya

Felix menyayangkan adanya aksi penyegelan yang digelar Benny Irawan, pihak yang mengaku ahli waris, Senin (5/4/2021). Aksi tersebut dinilai tak berdasar. Sebab, tak ada larangan dari pengadilan yang mengharuskan perusahaannya menghentikan proses pembangunan.

Bahkan, Benny Irawan justru tidak punya izin dari kepolisian untuk menggelar aksi di area Mega Lavender, karena aksi unjuk rasa saat pandemi memang dilarang oleh kepolisian.

Permasalahan hukum tersebut, bukan terjadi antara PT Mega Lavender Jaya Raya dengan Benny Irawan, melainkan terjadi antara Benny Irawan dengan Hendry Susanto Ngadimo, pemilik tanah sebelumnya.

Felix menuturkan, tanah tersebut dibeli tahun 2018 lalu dari Hendry Susanto Ngadimo. Sebelum dibeli PT Mega Lavender Jaya Raya, tanah tersebut adalah tanah yang sudah dijual kepada Hendry Susanto Ngadimo oleh orang tua Benny Irawan.

“Orang tuanya menjual kepada Hendry Susanto Ngadimo tahun 2012 lalu di notaris. Lengkap surat menyuratnya,” terangnya.

Permasalahan ini terjadi selang beberapa tahun setelah orang tua Benny Irawan meninggal dunia. Benny mengaku, tak tahu tanah tersebut sudah dijual. Dia lantas membawa kasus ini ke pengadilan. Hendry Susanto Ngadimo digugat di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi.

“Pihak Hendry Susanto Ngadimo sudah menang kedua-duanya. Tinggal menunggu keputusan Mahkamah Agung,” terangnya.

Dia berharap, tak ada lagi keraguan masyarakat terhadap keamanan lahan tempat pembangunan Mega Lavender Residence. Sebab, dalam perjanjian jual beli dengan konsumen, telah dibuat jaminan bahwa tanah itu aman.

“Di perjanjian jual beli yang ditanda tangani di atas materai, kami (developer) telah menjamin itu. Jadi tak perlu ragu,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *