Buka Musrenbang, Gubernur Sutarmidji Soroti Ketidaksesuaian Data Antar Instansi

Gubernur Sutarmidji
MUSRENBANG – Gubernur Kalbar, Sutamidji membuka kegiatan Musrenbang RKPD Provinsi Kalbar tahun anggaran 2022, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (7/4/2021). (Iriansyah/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyoroti ketidaksesuain data antara instansi pemerintah di Kalbar. Ketidakcocokan data itu berdampak buruk bagi rencana pembangunan daerah.

Dia memberi contoh. Misalnya, data infrastruktur jalan dalam kondisi baik berada di angka 86 persen. Namun, setelah diperiksa kembali di lapangan, ternyata hanya 49 persen jalan dengan kondisi baik.

Bacaan Lainnya

“Banyak data tak benar, menyebabkan kesulitan implementasi program serta merencanakan pembangunan ke depan,” ungkapnya saat membuka Musrenbang RKPD Kalbar tahun anggaran 2022 di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar Rabu (7/4/2021).

Tak hanya data infrastruktur yang tak sinkron. Data luas tanah tanam di Kalbar juga demikian. Itu dilihat dari jumlah produksi yang tak sesui. Misalnya, luas lahan tanam di Kalbar saat ini tercatat 529.000 hektare, dengan produksi 1,7 juta ton gabah kering atau setara dengan 1,2 juta ton beras.

Kemudian, kebutuhan beras di Kalbar capai 546.000 hingga 700.000 ton beras per tahun. Mastinya jika dibandingkan dengan data lahan dan jumlah prodiksi petani lokal yang ada, maka stok beras masih surplus 500.000 ton. Tetapi, setelah dicek infomasinya dari Bea Cukai, terdapat beras impor yang masuk ke Kalbar sebesar 97.000 ton.

“Berarti data ini kan tak benar,” ucapnya.

Karena itu, Gubernur Sutarmidji meminta, seluruh instansi di Kalbar harus segera melakukan percepatan pembangunan data yang terintegritas dalam satu data, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

“Ke depannya harus satu data dan benar. Agar, Gubernur tidak kesulitan melakukan rencana pembangunan, serta lebih efektif,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *