Razia Rutan Mempawah, Tim Gabungan Temukan Sajam dan Ponsel

  • Bagikan
Razia kamar hunian Rutan
Tim razia gabungan menggeledah kamar hunian warga binaan di Rutan Kelas II B Mempawah, Sabtu (10/4/2021)/Dok Pendim 1201 Mph.

MEMPAWAH, insidepontianak.com –Tim razia gabungan menemukan barang-barang terlarang di dalam kamar hunian Rutan Kelas II B Mempawah. Barang terlarang milik warga binaan itu seperti senjata tajam (Sajam), ponsel, charger, kabel listrik, terminal, dan kaleng-kaleng biskuit.

Kepala Rutan Kelas II B Mempawah, Hidayah menjelaskan, barang-barang terlarang itu mereka dapatkan saat melakukan penggeledahan di setiap blok kamar hunian yang ada di rutan, Sabtu 10 April 2021 kemarin.

“Benar bahwa tim rajia gabungan telah menemukan senjata tajam seperti pisau yang dibuat dari sendok, ponsel, pengecas, kabel listrik, terminal dan kaleng-kaleng biskuit. Banyak lagi barang terlarang lainya yang ditemukan,” katanya, Minggu (11/4/2021) pagi.

Hidayah mengatakan, razia kamar hunian tersebut dilakukan serentak se-Kalbar menjelang bulan suci Ramadan 2021. Seluruh warga binaan kooperatif dan diperiksa satu persatu.

Ada banyak unsur yang telibat saat rajia, diantaranya TNI, Polri, BNN, dan Tujuannya untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) di Rutan Kelas II B Mempawah selama Ramadan.

Hidayah memastikan, selama penggeledahan berjalan lanar dan tepat waktu, kemudian barang-barang terlarang yang ditemukan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.

Dia berharap, selama bulan suci Ramadan, para warga binaan yang ada di Rutan bisa menjaga keamanan dan ketertiban, agar mereka yang beragama islam bisa fokus menjalankan ibadah puasa.

“Keamanan dan ketertiban dalam Rutan sangat berpengaruh pada warga binaan yang menjalankan ibadah puasa. Itulah mengapa menjelang Ramadan dilakukan rajia serentak. Mudah-mudahan Ramadan tahun ini berjalan lancar tanpa ada hal-hal yang tidak di inginkan dalam Rutan,” katanya.

Sementara itu, turut berpartisipasi dalam tim razia gabungan, Pasi Ops Kodim 1201/Mempawah, Kapten Inf Hendro mengatakan, warga binaan yang kedapatan membawa barang terlarang langsung diperiksa guna dimintai keterangan lebih lanjut.

“Barang-barang terlarang yang mereka miliki sangat membahayakan, bagi diri mereka sendiri maupun warga binaan lain. Mereka langsung diperiksa untuk dimintai keterangan, sementara barang temuan langsung dibakar,” katanya. (Yak).

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: