Kasus Narkoba Masih Mendominasi di Ketapang

  • Bagikan
Pemusnahan Barang Bukti oleh Kejari Ketapang
PEMUSNAHAN - Pemusnahan barang bukti berkekuatan hukum tetap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Senin (12/4/2021). (Ist)

KETAPANG, insidepontianak.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang musnahkan sejumlah barang bukti narkoba dan barang bukti pidana lainnya yang sudah berkekuatan hukum tetap, periode Agustus 2020 hingga Maret 2021, Senin (12/4/2021).

Barang bukti narkoba yang akan dimusnahkan, dilakukan pengujian terlebih dahulu. Tujuannya untuk memastikan keasliannya. Setelah itu baru dimusnahkan dengan cara diblender. Sedangkan barang bukti perkara lainnya, seperti senjata tajam dan senjata api, langsung dipotong. Ada juga barang bukti yang dibakar.

banner 336x280

“Barang bukti yang kita musnahkan hari ini, semua telah inkracht,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Alamsyah.

Menurutnya, barang bukti itu hasil dari penanganan 135 perkara. Di antaranya kasus narkotika 36 perkara, pencurian dengan pemberatan sembilan perkara, kepemilikan senjata api dan senjata tajam tujuh perkara, kasus perkebunan 18 perkara, kasus pertambangan 11 perkara, kasus penganiayaan lima perkara, perjudian lima perkara, pengrusakan tiga perkara, perlindungan konsumen satu perkara, perlindungan anak 17 perkara, minuman keras 20 perkara dan kasus pembunuhan tiga perkara.

“Jadi memang pemusnahan barang bukti didominasi perkara narkotika. Bahkan ada yang barang bukti mencapai 50 gram lebih. Dan ini menjadi komitmen kami di Kejaksaan dalam hal membantu pemberantasan peredaran narkotika di Ketapang, khususnya dalam hal penuntutan,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Ketapang, Lasido Panjaitan menegaskan, kegiatan pemusnahan dilakukan sebagai bentuk transparansi dalam penangan perkara. Kegiatan itu turut dihadiri pihak terkait. Termasuk pihak Pengadilan Negeri (PN) Ketapang dan Bea Cukai.

“Pengetesan barang bukti sebelum dimusnahkan sebagai bentuk transparansi kami bahwa barang bukti yang dimusnahkan benar keasliannya,” katanya.

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ketapang, Aldilla Ananta memastikan, pihaknya komitmen membantu pemerintah dalam pemberantasan narkoba, dengan memberi hukuman yang berat, sesuai fakta-fakta persidangan.

“Perkara narkotika di PN Ketapang paling banyak. Ada sekitar 75 persen dari total perkara yang ada,” tutupnya.

Komentar
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: