Perusahaan Diminta Sinegri Tingkatkan Perlindungan Karyawan Lewat Kepesertaan BPJS

  • Bagikan
Sosilaisasi Peningkatan Kepesertaan BPJS Kesehatan
SOSIALISASI - Sosialisasi peningkatan kepesertaan kesejahteraan tenaga kerja dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada perusahaan di Kota Pontianak di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pontianak, Senin (12/4/2021). (Muhlis Suhaeri/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Pontianak, Tinorma Butar Butar, menyebut, setiap perusahaan wajib memberi perlindungan bagi karyawan, melalui kepesertaan BPJS.

“Karena itu, kami berharap, perusahaan bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan kewajiban perlindungan pekerja melalui kepesertaan BPJS,” pesannya, saat sosialisasi peningkatan kepesertaan kesejahteraan tenaga kerja dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada perusahaan, di Kota Pontianak, Senin (12/4/2021).

Kepala Bidang BPJS, Rusdiansyah menyatakan, tujuan BPJS dibentuk sejatinya memang untuk membantu meringankan beban perusahaan dalam memberikan perlindungan dengan karyawannya ketika sakit.

“BPJS hadir untuk melindungi usaha perusahaan itu sendiri,” tegas Rusdiansyah.

Menurutnya, ada empat sektor usaha yang dilindungi dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pertama, tenaga kerja penerima upah, kedua tenaga kerja bukan penerima upah, ketiga tenaga kerja yang bekerja di sektor konstruksi, dan keempat tenaga kerja migran.

“Program BPJS menanggung tenaga kerja bila terkena resiko kecelakaan, kemudian jaminan kematian, jaminan hari tua (pensiun), dan jaminan kehilangan pekerjaan. Khusus jaminan pekerjaan, itu tidak dikenakan tambahan iuran,” jelasnya.

Sedangkan jaminan BPJS kecelakaan diberikan bila tenaga kerja mengalami kecelakaan saat jam kerja atau saat pulang kerja.

“Untuk jaminan kecelakaan ini, tidak ada batasan biaya. Biaya pengobatan perawatan akan ditanggung hingga sembuh,” ucapnya.

Bila karyawan meninggal dunia saat bekerja, maka anaknya akan mendapat beasiswa hingga S1, untuk dua orang. Bila karyawan meninggal, maka akan diberi santunan sebesar Rp42 juta.

“Untuk Jaminan hari tua, dilakukan bila karyawan sudah tua,” tutupnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: