Proyek Air Bersih Miliaran di Kayong Tak Beri Manfaat Bagi Masyarakat

  • Bagikan
Krisis Air Bersih
Seorang Warga Teluk Batang, memperlihatkan keran air tidak teraliri listrik. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa bulan terkahir. (Ist).

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Program pembangunan infrastruktur air bersih di Kayong Utara, belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Proyek yang menelan biaya puluhan miliaran rupiah itu dinilai ‘gagal’.

Bukan tanpa alasan. Sebab, sampai saat ini warga masih kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, jika musim kemaru, krisis air bersih masih dirasakan.

Salah satu warga Sukadana, Villa Anugrah Sidiq mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir, air bersih semakin sulit teraliri. Bahkan sampai saat ini, air dari pipa yang dibangun pemerintah tak kunjung mengalir. Karena itu, dia menilai manajemen pengelolaan air bersih di Kayong Utara masih belum maksimal memberi pelayanan.

“Disini ini, teknis pengolaan majemennya yang tidak benar. Bagaimana kita mau ekspansi sampai ke Melano, Teluk Batang? untuk di dalam kota saja kita kewalahan. Ini hanya masalah disiplin pembagiannya tidak merata,” kata Sidiq, Senin (12/4/2021).

Selain itu, dia menyebut, selama ini, banyak pekerjaan pemasangan pipa yang dilakukan pemerintah, juga tidak berfungsi dengan baik. Itu karena pembenahan lokasi penampungan dan besaran kapasitas air tidak disesuaikan.

“Kalau bicara tempat penampungan masih sangat jauh dari memadai. Kapasitas penampungan hanya untuk mengaliri 1.000 warga. Tapi, seolah-olah mau dikirim ke 2.000 warga,” tuturnya.

Ia berharap, pemerintah melalui Dinas terkait dapat membangun tempat penampungan dengan skala besar. Sehingga air gunung dari berbagai sumber dapat tertampung, dan dapat dialirkan secara maksimal ke masyarakat.

“Pencanangan penampungan harus dipikirkan. Yang dibutuhkan masyarakat, bukan pipanya, tapi airnya. kalau pipanya sampai Melano, tapi daerah Mulie tidak sampai airnya sama juga bohong,” kesalnya.

Sebelummya, kondisi air yang dialirkan dari pipa yang dibangun pemerintah, khususnya di sekitar Jalan Bhayangkara sulit mengalir, bahkan kondisi itu terjadi dalam kondisi curah hujan tinggi.

Kepala UPT Air Bersih Dinas PUPR Kabupaten Kayong Utara (KKU), Kalimantan Barat, Eman Awaludin mengaku, debit air di beberapa tempat penampungan memang mulai berkurang.

“Hujan yang turun tidak menambah debit di sumber nek otong, gunung topeng, sarawak dan mandi bintang atau air paoh. Semoga dalam Minggu ini ada hujan susulan,” harap Eman.

Menurutnya, UPT Air Bersih, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kayong Utara sendiri saat ini memang hanya mengelola sejumlah sumber air di sungai buloh, gunung polong, mandi bintang atau air paoh, nek otong, lubuk tapah, topeng dan sarawak.

Dengan kondisi air bersih yang terjadi saat ini, Eman mengingatkan masyarakat untuk dapat memanfaatkan air seperlunya, dan mematikan keran air bila sudah penuh.

“Bagi pelanggan yang air masih mengalir untuk segera menghemat pemakaian air, dan untuk pelanggan yang tidak mengalir kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dalam pelayanan ini,” imbuhnya.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: