Ujian SMP di Tengah Pandemi, Antara Kebingungan dan Kerumitan Teknis

Pelaksanaan ujian secara offline di SMPN 24 Pontianak Kota, dimulai pada hari senin (5/4/2021) hingga Jumat (9/4/2021). (Rezqy/Insidepontianak.com)

PTM Lancar

Sementara itu, SMPN 16 Pontianak Barat, memilih untuk melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka. Keputusan ini, didasari pertimbangan pembelajaran tatap muka sebelumnya yang dianggap sudah berjalan baik dengan menerapkan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Karena kita sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka selama satu bulan, maka pelaksanaan ujiannya dilakukan secara offline,” kata Kepala SMPN 16, Liza.

Dia memastikan, hasil evaluasi PTM terbukti tidak ada masalah. Siswa dan guru-guru sehat. Tak ada kasus Covid-19. Sejauh pelaksanaan ujian kemarin, berjalan aman dan lancar. Murid-murid antusias dengan ujian tatap muka, dibuktikan dengan mereka yang selalu datang lebih awal dari jadwal ujian.

“Alhamdulillah lancar. Kita masuk jam 07.30 WIB anak-anak sudah datang jam 06.30 WIB. Ini inisiasi dari mereka sendiri. Tercermin seperti pelaksanaan PTM kemarin yang juga datang awal dari jadwal yang ditentukan. Dan sepertinya anak-anak lebih senang belajar tatap muka,” katanya.

Siswa-siswi yang datang ke sekolah untuk mengikuti ujian, dikatakan Liza mesti dalam kondisi yang sehat. Selain itu, ia mengimbau kepada muridnya agar patuh terhadap protokol kesehatan.

“Saya bilang ke anak-anak utamakan harus sehat dulu, itu yang penting. Kita juga selalu menerapkan protokol kesehatan, sebelum dan sesudah pulang suhu badan diukur, cuci tangan, jaga jarak, dan pakai masker. Sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar kita juga semprot disinfektan,” paparnya.

Menurut Liza, ini juga merupakan hasil kesepakatan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) se Kota Pontianak untuk melaksanakan ujian secara offline. Dinas Pendidikan sendiri juga menyerahkan ke sekolah terkait pelaksanaannya. Baik secara offline maupun online, tergantung sekolah masing-masing.

“Setelah itu, kita juga menginformasikan kepada orang tua. Ada orang tua yang setuju ada yang tidak setuju. Kalau mereka setuju, ujiannya di sekolah. Alhamdulillah di sekolah ini semua pada setuju. Makanya kami melaksanakan tatap muka ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika ada orang tua yang tidak setuju, pihaknya meminta surat pernyataan. Tindak lanjutnya, pihak sekolah tetap melayani dengan online. Karena menurutnya, semua anak memiliki hak yang sama di pendidikan.

“Teknisnya nanti soalnya sama dengan yang offline, hanya dikirim dalam bentuk file dalam jam yang sama waktu yang sama dengan anak-anak offline. Misalnya waktunya jam 8 sampai 10. Tidak ada waktu tambahan,” jelasnya.

Menurut Liza, jika memang ada yang meminta ujian secara online, teknis pengawasan sudah di luar jangkauan pihaknya. Karena di sekolah, mereka juga mengawasi ujian. Mereka hanya bisa mengharapkan kejujuran siswa dan orang tua.

Ujian sekolah tatap muka ini, didukung orang tua murid, Triana Putri. Menurutnya, langkah pemerintah menyelengarakan ujian baik berupa daring dan tatap muka, sudah melalui pertimbangan matang.

“Sebab, pemerintah sudah mempertimbangkan segala kemungkinan untuk menekan angka penularan Covid-19, termasuk menyelenggarakan ujian secara daring di beberapa SMP,” katanya.

Dia berharap, tidak ada kasus Covid-19 pasca ujian sekolah yang telah dilaksanakan itu. Pihak sekolah juga sudah menerapkan protokol kesehatan ketat, terhadap para siswa menghindari virus tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *