Lighthouse Industri 4.0 Beraksi di Hannover Messe 2021

  • Bagikan
Pameran Hannover Messe 2021. Digital Edition, perusahaan yang menjadi global lighthouse serta national lighthouse turut ambil bagian menampilkan capaian dan kemampuan dalam transformasi teknologi. (Kemenperin)

JAKARTA, insidepontianak.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menetapkan beberapa perusahaan di Tanah Air sebagai lighthouse 4.0.

Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai unggul di sektornya dalam menerapkan teknologi industri 4.0. Dalam ajang pameran Hannover Messe 2021: Digital Edition, perusahaan yang menjadi global lighthouse serta national lighthouse turut ambil bagian menampilkan capaian dan kemampuan dalam transformasi teknologi.

Adalah PT. Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB) serta PT. Petrosea Tbk. Yang pada 2019 berhasil masuk dalam jajaran Global Lighthouse Network World Economic Forum (WEF).

“Dua perusahaan asal Indonesia tersebut termasuk dalam 54 perusahaan di dunia yang menjadi leader dalam adopsi industri 4.0,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (13/4/2021).
Selanjutnya, Kementerian Perindustrian menetapkan tiga perusahaan industri sebagai National Lighthouse Industry 4.0 pada 2020. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT. Akebono Brake Astra Indonesia, PT. Pupuk Kalimantan Timur, serta PT. Indolakto-Purwosari. Mereka dijadikan contoh dalam transformasi digital dan penerapan teknologi 4.0.

“Perusahaan-perusahaan ini dianggap layak menjadi role model bagi pelaku industri di sektornya serta dapat menjadi mitra dialog pemerintah dalam implementasi Industri 4.0 di Indonesia,” ujarnya.

Tiga perusahaan, yaitu Petrosea, SEMB, dan Akebono Brake tampil dalam special program Making Indonesia 4.0 – Champion Journey. Program ini merupakan highlight dari capaian penerapan teknologi industri 4.0 melalui peta jalan Making Indonesia 4.0. Dari kisah perjalanan implementasi industri 4.0 di ketiga perusahaan tersebut, terdapat kesamaan faktor krusial yang mendukung kesuksesan transformasi digital, yaitu keterlibatan sumber daya manusia (SDM) dalam proses yang dijalani.

Dengan pengakuan dari WEF sebagai salah satu lighthouse global, perusahaan pertambangan Petrosea yang telah berdiri sejak tahun 1972 ini, terus berupaya untuk bertransformasi dengan menerapkan teknologi digital di semua lini operasional. Direktur Pertambangan Petrosea, Iman Darus Hikhman mengatakan, terdapat dua hal utama dalam pengembangan digital ecosystem yang dilakukan perusahaan. Pertama, Petrosea berpartner dengan perusahaan-perusahaan penyedia teknologi digital asal Indonesia yang memiliki kapabilitas. “Dengan banyaknya perusahaan ini, kita optimis bahwa Indonesia akan mampu berkompetisi secara global,” ujar Iman.

Selanjutnya, lighthouse industri 4.0 punya tanggung jawab untuk aktif membagikan pengalamannya kepada industri di sektor masing-masing untuk membantu meningkatkan efisiensi, sehingga dapat sama-sama memperoleh keuntungan lewat transformasi digital.

Iman menyampaikan, transformasi digital sangat penting, terlebih di masa pandemi yang membatasi kunjungan ke site. Dari command center di Jakarta, perusahaan bisa mengoperasikan hampir 500 peralatan, 4 proyek, dan 3.500 SDM.

“Selain sisi operasional dan finansial, parameter kesuksesan transformasi bisa dilihat dari keterlibatan pekerja, serta kemampuan organisasi beradaptasi dengan perubahan di sektor industri,” paparnya.

Dengan tuntutan kemajuan teknologi informasi sebagai landasan, SEMB memulai perjalanan tranformasi digitalnya secara bertahap sejak tahun 2017. Digital Transformation Senior Manager SEMB, Fadli Hamsani menyampaikan, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) yang membawa perubahan pada skala individu, bisnis, dan juga industri, menjadikan pabrik SEMB sebagai salah satu pelopor smart factory di Indonesia. Bukti nyata implementasinya adalah EcoStruxure yang merupakan arsitektur dan platform IoT dari Schneider Electric.

EcoStruxure™ Machine telah membantu Schneider Indonesia mengontrol sistem di shop floor. Sistem ini meningkatkan efisiensi operasional dan maintenance dengan memberikan akses langsung ke informasi di lapangan. Keunggulannya adalah siap pasang dan pakai, terbuka, dan dapat dioperasikan antar-arsitektur dan platform.

Dengan transformasi digital, efisiensi operasional meningkat hingga 12%. Sebagai Global Lighthouse, SEMB menjadi rolemodel yang bisa menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia siap untuk mengimplementasikan Indonesia 4.0. “Kami optimistis dengan komitmen dan dukungan dari pemerintah, keterlibatan sektor pendidikan, dan dari dalam perusahaan sendiri, sehingga dapat mengoptimalkan local talent, local system integrator, dan local ecosystem,” jelas Fadli.

Sementara itu, PT Akebono Brake Astra Indonesia merupakan perusahaan yang fokus dalam pembuatan komponen otomotif, khususnya rem. Perusahaan ini menyuplai komponen ke hampir semua produsen mobil di Indonesia. Akebono memulai transformasi dengan merestrukturisasi pabrik untuk mengimplementasikan good lean manufacturing. “Pada 2017, kami mengadopsi teknologi baru, mengimplemetasikan IoT, serta connectivity. Dengan integrasi pilar-pilar tersebut, kami optimis bisa mencapai tujuan perusahaan,” ujar Technical Director, Daniel Suryananta.

Setelah launching Making Indonesia 4.0, Akebono memulai transformasi dengan meningkatkan kompetensi karyawan serta membuat roadmap peningkatan kualitas dan produktivitas. Perusahaan membentuk taskforce dari berbagai departemen untuk transformasi digital di lini produksi. “Taskforce merupakan hal penting agar setiap anggota merasa termotivasi dan meningkatkan kerja sama,” jelas Daniel.

Ia mengatakan, target final adalah menyajikan performance perusahaan kepada top management secara realtime.

“Dengan kolaborasi antara berbagai industri di Indonesia sebagai ekosistem, dukungan pemerintah, serta kesiapan untuk berubah, kami siap menyambut era industri 4.0,” pungkasnya. (Kemenperin)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: