Sidang Perdana Dakwaan Jumardi di PN Sambas Terkendala Teknis

Sidang Jumardi
Sidang perdana pokok perkara Jumardi, terdakwa kasus jual beli satwa dilindungi digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Sambas, Rabu (14/4/2021). (Yak/Insidepontianak.com)

SAMBAS, insidepontianak.com – Sidang perdana Jumardi, terdakwa kasus jual beli satwa dilindungi burung bayan yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Sambas, diwarnai kendala teknis, Rabu (14/4/2021) pagi.

Sidang terbuka yang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB itu molor hingga satu jam. Baru mulai pukul 11.00 WIB. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sri Hasnawati didampingi dua anggotanya, Adhlan Fadilla Ahmad dan Maharani Wulan.

Bacaan Lainnya

Sementara surat dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaskaan Negeri Sambas Erik EB Mdigdho. Kemudian, Jumardi hadir dalam sidang secara virtual dari Rutan Sambas tanpa penasehat hukum.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU Erik, Jumardi dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a jo pasal 40 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diuraikan di atas diatur dan diancam pidana dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a jo pasal 40 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” katanya mengakhiri dakwaan.

Sayangnya, isi surat dakwaan itu tidak bisa didengarkan secara menyeluruh oleh sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas (AMKAS) lantaran monitor gelap dan suara sidang tidak jelas, sehingga menimbulkan kekecewaan.

“Isi surat dakwaan bisa dilihat di website SIPP PN Sambas, ini adalah sidang virtual perdana kasus burung bayan di PN Sambas. Kami akui memang ada kendala teknis. Kami juga tidak menyangka akan banyak mahasiswa yang hadir menonton sidang, mohon maaf jika mengecewakan,” kata Hakim Adhlan Fadilla Ahmad saat diwawancarai Insidepontianak.com selesai sidang.

Adhlan mengatakan, sidang tersebut ditunda karena saksi terdakwa tidak hadir dalam sidang. Sidang dijadwalkan ulang Rabu 21 April 2021 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

“Agenda hari ini pembacaan dakwaan, karena terdakwa belum siap dengan saksinya, maka di undur minggu depan. Nanti akan kami evaluasi dan atur agar sidang ini bisa disaksikan di ruang tunggu tanpa ada kendala teknis lagi,” katanya. (Yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *