Menko Airlangga Minta Pemda Tingkatkan Sinergi ke Pempus Pulihkan Ekonomi Nasional

Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Antaranews.com).

JAKARTA, insidepontianak.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta pemerintah daerah tingkatkan sinergi dengan pemerintah pusat, agar program-program pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan efektif.

Sinergi itu perlu ditingkatkan dengan memaksimalkan forum-forum rapat koordinasi dan musyawarah dalam menentukan proyek-proyek prioritas.

Bacaan Lainnya

“Mari kita tingkatkan optimisme dan kolaborasi demi pemulihan ekonomi nasional,” pesan Menko Airlangga saat Rapat Koordinasi Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak Tahun 2020, secara virtual di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Antara, Rabu kemarin.

Menko menyebut, seluruh negara di dunia sedang berjuang mengatasi pandemi Covid-19. Bahkan, beberapa negara di Eropa sedang menghadapi ancaman gelombang ketiga (third waves) akibat varian kasus baru.

Di sisi lain, Indonesia terus menunjukkan perbaikan, terutama sejak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro.

Per 13 April 2021, persentase kasus aktif di Indonesia berada pada angka 6,9 persen yang berarti lebih rendah dari persentase kasus global, yang masih berada di angka 17,36 persen.

“Persentase tingkat kesembuhan juga sudah mencapai 90,4 persen,” ujarnya.

Melihat keberhasilan PPKM, lanjut Airlangga, Presiden Joko Widodo mengarahkan agar PPKM diperkuat dan diperluas sebagai dukungan untuk program vaksinasi, dengan pengetatan kriteria zonasi, untuk pengendalian di tingkat RT dan penambahan lokasi PPKM Mikro menjadi 20 provinsi.

Dia memastikan, program vaksinasi terus dijalankan pemerintah. Jumlah suntikan telah mencapai kurang lebih 16 juta juta dosis dan menjadikan Indonesia berada di urutan ke-9 di dunia.

“Bahkan dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin, Indonesia berada dalam urutan ke-4 di dunia,” katanya.

Ia mengungkapkan penyuntikan vaksin hingga 13 April 2021 telah mencapai 15,6 juta dosis dengan kapasitas vaksinasi harian mencapai 500 ribu dosis suntikan.

“Ini perlu terus diakselerasi di setiap daerah guna mencapai herd immunity,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *