Pemuda Sambas Dibui Gara-gara Rusak Makam Keramat Bantilan

Cagar budaya Makam Keramat Bantilan, Sambas. (Ist)

SAMBAS, insidepontianak.com – Seorang warga Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, berinisial NR (21) harus berhadapan dengan hukum. Dia didakwa kasus perusakan cagar budaya Makam Keramat Bantilan yang berlokasi di Dusun Bantilan, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sajad, Sambas.

Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry Ananto Praktikno, melalui Kasat Reskrim Polres Sambas, Iptu Sikko Sesaria Putra Suma menceritakan, pada Minggu 21 Februari 2021 lalu, NR ditangkap Polsek Sajad, atas laporan warga Dusun Bantilan karena menendang dan membuang batu nisan makam keramat kerabat Keraton Sambas, Dato’ Amir Puteh ke Sungai Sambas Kecil.

“NR ditangkap Polsek Sajad karena merusak cagar budaya Makam Keramat Bantilan. Dia menendang dan membuang batu nisan ke Sungai Sambas Kecil,” katanya kepada Insidepontianak.com, Kamis (15/4/2021)

Iptu Sikko mengatakan, saat ini NR sudah ditahan di Rutan Sambas dan kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Sambas.

Dalam bingkai sejarah,  Dato’ Amir Puteh adalah seorang petinggi wilayah Bantilan yang turut serta membantu Raden Sulaiman mendirikan Kerajaan Islam Sambas. Makam Dato’ Amir Puteh adalah cagar budaya, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sambas Nomor 859/DISDIKBUD/2017 tanggal 27 Desember 2017.

Iptu Sikko menjelaskan, kronologi kejadian itu, ketika NR bersama dua temannya hendak pergi ke Pasar Sambas menggunakan perahu bermesin. Dia lalu berhenti di dermaga Makam Keramat Bantilan. Di situ, dia menendang batu nisan makam Dato’ Amir Puteh hingga patah, kemudian membuangnya ke Sungai Sambas Kecil.

“Sempat diingatkan oleh warga setempat namun dia tetap melakukannya,” katanya.

NR kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja peradilan, dia dijerat pasal berlapis dan terancam pidana sebagaimana Pasal 105 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan Pasal 179 KUHP, berbunyi barangsiapa dengan sengaja menodai kuburan, atau dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan atau merusak tanda peringatan di tempat kuburan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *