Penyelundupan 100 Ton Rotan Ilegal Melalui Kendawangan ke Malaysia Digagalkan

  • Bagikan
Pers rilis pengungkapan penyelundupan rotan ilegal. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dit Polairud Polda Kalbar menggagalkan penyelundupan 100 ton rotan batangan ilegal di perairan Natai Kuini, Kendawangan Kabupaten Ketapang, Jumat (9/4/2021) sekitar pukul 03.30 WIB. Barang tersebut dibawa melalui kapal KLM Abna Jaya dan diduga akan diselundupkan ke Malaysia.

Dir Polairud Polda Kalbar, Kombes Pol Benyamin Sapta mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi adanya pergerakan kapal yang diduga membawa muatan rotan ilegal menuju perairan malaysia

“Berdasarkan informasi itu, kita melakukan pendalaman dan penyelidikan. Setelah didalami kita temukan sebuah Kapal Layar Motor (KLM) Abna Jaya yang berlayar di perairan Natai Kuini,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Polairud Polda Kalbar, Jumat (16/4/2021).

Selanjutnya, petugas menghentikan kapal tersebut. Sejumlah dokumen-dokumen diperiksa. Alhasil, petugas menemukan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) palsu yang digunakan pelaku.

“Kita kemudian kordinasi dengan Syahbandar Sukamara. Bahwa SPB itu tidak teregistrasi di sana. Jadi memang tidak ada,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, rotan-rotan tersebut berasal dari Kalimantan Tengah. Barang tersebut dikumpulkan oleh dua tersangka berinisial H dan HR.

“Mereka ngumpulin rotan-rotan ini dari Barito Selatan, ada yang dari Sampit, Katingan dan Banjarmasin,” katanya.

Kedua tersangka berbagi peran.
H bertugas mengumpulkan rotan. Sementara, HR membuat dokumeen palsu untuk mengelabui petugas.

Selain kedua tersangka, petugas juga memeriksa 6 ABK kapal. Baik H dan HR dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 jo Pasal 57 Ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan atau Pasal 264 sub Pasal 266 KUHP sub Pasal 263 KUHP.

“Ancaman hukuman maksimal tujuh tahun,” pungkasnya. (Andi)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: