Sembilan Kafe Remang-remang Disegel Pemdes Payak Kumang

Penyegelan kafe remang-remang di Desa Payak Kumang. (Ist)

KETAPANG, insidepontianak.com – Sembilan warung atau kafe remang-remang di wilayah lokalisasi eks PT Kawedar Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, disegel oleh pemerintah desa, Sabtu (17/4/2021) malam. Penyegelan ini lantaran kafe tersebut kedapatan masih beroperasi di bulan suci Ramadan.

Kepala Desa Payak Kumang, Hadi Supratman menyebutkan,  penyegelan ini dilakukan bersama karang taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa dan Bhabinkamtimbas setempat.

“Mereka disegel karena masih melakukan aktivitas jualan, seperti minuman bir. Bahkan ada beberapa warung yang pekerjanya dari luar Kalimantan masih ada,” katanya, Senin (19/4/2021).

Hadi melanjutkan, sebelumnya telah memberikan imbauan terhadap seluruh pemilik warung atau kafe di lokasi tempat hiburan malam tersebut. Untuk tidak beraktivitas selama bulan suci Ramadan.

“Sepekan sebelum puasa sudah kita sampaikan surat peringatan terkait aktivitas mereka. Tapi setelah dilakukan pengawasan masih ada yang melanggar makanya sanksi tegas kita lakukan penyegelan,” tegasnya.

Pasca penyegelan ini, pihak desa memberi peringatan kepada pemilik warung untuk tidak mencoba membuka segel. Terlebih kembali beraktivitas selama bulan suci Ramadan. Jika itu dilakukan maka pihaknya akan memberikan sanksi lebih tegas.

“Mereka kalau mau aktivitas sehari-hari silahkan lewat belakang atau samping, intinya segel warung itu jangan dibuka dan jangan ada aktivitas dulu. Kalau masih berani kita akan bongkar bangunannya,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Delta Pawan, Pitriyadi mendukung langkah tegas yang dilakukan oleh Pemdes Payak Kumang dalam penyegelan warung atau kafe di kawasan Kolam.

“Kita dukung langkah pihak desa, terlebih sebelumnya telah dilayangkan surat agar pemilik tidak membuka kafe remang-remang atau melakukan kegiatan berbau prostitusi,” katanya.

Dia berharap pihak Pemdes tetap melakukan penindakan sesuai aturan dan menghindari adanya tindakan anarkis atau benturan fisik. (Fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *