2.453 Penerima BST di KKU Terancam Tak Terima Bantuan Lagi Tahun Ini

SERAHKAN - Bupati Kayong Utara, Citra Duani menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap pertama dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia kepada warga Desa Sutera, Kecamatan Sukadana di Kantor Pos Sukadana, Selasa (12/5/2020). (FAUZI)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – 2.453 orang penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kayong Utara, terancam tidak terdaftar kembali pada tahun 2021. Hal ini disebabkan sinkronisasi data penerima dari Kemensos dan data kependudukan dari Ditjen Dukcapil, banyak tak valid.

“Kartu keluarganya tidak valid diaplikasi di sistem yang dimiliki Dukcapil, kesalahan entry. Misalnya namanya kurang lengkap atau salah ketik NIK,” jelas Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SP3APMD) Kabupaten Kayong Utara, Lukman Hakim, Selasa (20/4/2021).

Bacaan Lainnya

Di tahun 2020, Lukman menjelaskan, sebanyak 6.727 warga Kayong Utara mendapatkan BST itu. Kategori untuk warga yang tidak mampu dan terdampak Covid-19.  Dari jumlah tersebut  ada penurunan signifikan pada tahun 2021 yang tersisa sampai saat ini sebanyak 4.274 orang saja.

Untuk itu dia berharap, peran aktif baik warga penerima dan pemerintahan desa untuk melakukan validasi data di tingkat RT dan dusun agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Solusinya peran semuanya, idealnya masyarakat pergi ke Dukcapil untuk validasi datanya, kalau desa mau berperan aktif, panggil RT dan dusun kumpulkan mereka yang penerima bantuan untuk memvalidasi data penerima atau calon penerima baik itu PKH, BST dan lain sebagainya,” jelasnya.

Hal ini pun disesali oleh masyarakat Kayong Utara, terutama yang sangat membutuhkan bantuan stimulan untuk membantu memenuhi keperluan kebutuhan pokok saat bulan Ramadan seperti saat ini.

“Warga saya ada beberapa orang pencairan tahap pertama dapat, namun saat ini pencairan tahap kedua banyak yang tidak dapat undangan pencairan. Tentu ini akan menimbulkan gejolak di masyarakat,” ungkap Ketua RT 21, Desa Sutera, Jumadi.

Menurutnya, di tengah keterpurukan ekonomi saat ini, hampir sebagian masyarakat kesulitan untuk mendapatkan penghasilan yang memadai, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dia berharap ada solusi terbaik dari pemerintah, untuk menanggulangi perekonomian di segala sektor. Terutama UMKM, petani, nelayan dan buruh harian lepas yang dirasanya sangat terpukul di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Di mana- mana warga mengeluh terutama yang tidak memiliki penghasilan tetap atau gaji bulanan, kita sangat berharap pemerintah melihat dengan mata hati. Dan ikut merasakan penderitaan agar kebijakan dan langkah yang diambil bisa segera dan tepat sasaran,” harapnya. (Fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *