Pelaku UMKM Andalkan Kualitas Pasokan Listrik Tingkatkan Produktivitas Usaha

Pedagang Kue
Masitah, warga Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya mengandalkan pasokan listrik untuk memudahkan produksi usaha kuenya. (Ist).

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Masitah sudah mulai sibuk membuat adonan kue kering, dan kue lapis di rumahnya, Senin (19/4/2021). Pesanan kue lebaran sudah membanjirinya jelang tiga minggu lebaran Idulfitri.

Wanita 52 tahun warga Adi Sucipto Kubu Raya itu, sangat bergantung dengan pasokan listrik untuk mengerjakan pesanan-pesanan kue yang kini terus berdatangan. Sebab, produksi kue kering dan kue lapis, harus menggunakan pemanggangan listrik.

Bacaan Lainnya

“Saat banjir pesanan seperti sekarang ini, suplai listrik yang stabil sangat kami harapkan. Listrik menjadi kebutuhan pokok mendorong produktivitas usaha yang saya jalankan. Sebab, semua peralatan membuat kue menggunakan listrik. Kalau listriknya padam, maka tamatlah semuanya,” ungkap Masitah tertawa.

Beruntung saat ini kondisi kelistrikan sudah sangat kondusif, sehingga para pelaku usaha tidak menemukan kesulitan dalam meningkatkan produktivitas usahanya. Termasuk Masitah.

“Selama ini, saya selalu menggunakan alat-alat listrik untuk membuat adonan, utamanya kue lapis yang prosesnya tidak boleh berhenti. Untunglah saat ini listrik jarang padam, sehingga proses pembuatan kue tidak terganggu,” kata Masitah.

Hal yang sama juga dirasakan Mariana (40). Penjahit aneka pakaian wanita yang beralamat di jalan Adi Sucipto, Gang Teluk Sukamaju itu, juga bergantung dengan pasokan listrik dalam mengerjakan jaitan-jaitan pakaian pesanan orang.

Menurutnya kebutuhan listrik merupakan salah satu bagian yang sangat vital dalam menjalankan usahanya.

“Untuk proses menjahit, semuanya sudah full listrik. Kalau listrik padam sudah pasti tidak bisa produksi. Apalagi di sini tidak ada genset. Beruntung sekali listrik jarang sekali padam jadi tidak terlalu khawatir selama proses menjahit,” ucap Mariana.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Pontianak, Didi Kurniawan Abuhari, menjamin, pihaknya terus meningkatkan kualitas layanan kelistrikan. PLN secara rutin melakukan upaya pemeliharaan dan perbaikan jaringan, untuk meminimalisir potensi terjadinya gangguan.

“Melalui tim PDKB, pemeliharaan tetap bisa dilakukan tanpa menggangu suplai listrik ke pelanggan,” kata Didi.

Didi juga mengharapkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Salah satunya adalah tidak bermain layang-layang. Terutama dengan menggunakan tali kawat, serta mengikhlaskan pohon yang dimiliki untuk ditebang oleh petugas agar suplai listrik tidak terganggu. (*).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *