Tiga Kabupaten di Kalbar Zona Oranye, Rumah Ibadah Ditutup

  • Bagikan
Kadiskes Kalbar, Harrison saat meninjau kondisi Kabupaten Sintang pasca lonjakan kasus Covid-19. (Ist)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tiga daerah di Kalbar, yakni Kabupaten Ketapang, Sanggau dan Sintang ditetapkan sebagai zona oranye penyebaran Covid-19. Satgas Covid-19 Kalbar memperketat pengawasan di ketiga daerah ini.

Sintang tercatat penambahan kasus baru terbanyak, 17 kasus dengan total kasus aktif sebanyak 107 kasus. Kemudian disusul Ketapang 11 kasus baru, dengan total kasus aktif menjadi 155 kasus. Sementara Landak, terdapat dua kasus baru sehingga kasus aktif totalnya 66 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson memaparkan, penetapan zona oranye ini dengan kriteria terdapat tiga sampai dengan lima rumah dengan kasus positif, dalam satu Rukun Tetangga (RT) selama tujuh hari terakhir.

Menindaklanjutinya, Satgas menerapkan pengawasan ketat mulai dari menutup rumah ibadah di kawasan tersebut, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

“Bahkan, apabila situasi semakin memburuk, memungkinkan fasilitas umum ditiadakan,” kata Harrison, Rabu (21/4/2021).

Harrison menegaskan, jika zonasi oranye ini naik ke zona merah, maka Satgas di tingkat RT semakin ketat mengawasi. Dengan melarang kerumunan lebih dari tiga orang. Melakukan isolasi mandiri terpusat, menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, hingga membatasi keluar masuk wilayah tingkat RT hingga pukul 20.00 WIB.

“Arahan tersebut sesuai instruksi Mendagri, Tito Karnavian,” ungkap Harisson.

Dirinya berharap, tiga daerah zona oranye itu agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat, serta menghindari kerumunan. Termasuk, memberikan batasan-batasan jam malam kepada masyarakat untuk beraktivitas, demi menekan angka penularan Covid-19 di daerah tersebut. (iriansyah)

 

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: