Kasus Dugaan Pencemaran Limbah PT ANI III Grup Wilmar di Sambas Ditangani Kepolisian

Pipa Pembuangan Limbah PT ANI III
DITEMUKAN - Pipa pembuangan limbah PT ANI III yang putus dan bocor, hingga menyebabkan pencemaran lingkungan ditemukan warga, Rabu (7/4/2021) malam. (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Agronusa Investama (ANI) III grup Wilmar di Desa Semanga, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, diduga cemari lingkungan. Warga di sana menemukan pipa pembuangan limbah perusahaan terputus dan bocor pada 7 April 2021 lalu. Mereka kemudian melaporkan itu ke polisi.

Sabtu 10 April lalu, Kades Semanga, Mujian Suwantoro mengundang sejumlah pihak untuk mendengarkan klarifikasi dari perusahaan. Di antaranya yang masuk daftar undangan adalah Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPD, LPM, Ketua RT se-Desa Semanga, tokoh masyarakat, pengurus koperasi plasma, dan pendamping desa. Namun di pertemuan itu, pihak perusahaan tidak hadir.

Bacaan Lainnya

“Harapan saya, PT ANI III bertanggungjawab atas kebocoran pipa limbah tersebut, meskipun pipa ini berada di kawasan plasma, dan diduga masuk ke Sungai Anas yang bermuara ke Sungai Sambas Besar. Di situ kami juga menemukan banyak ikan yang sudah mati,” kata Kades Semanga, Mujian Suwantoro, saat dikonfirmasi insidepontianak, Kamis (22/4/2021)

Mujian menyesalkan, saat terjadinya kebocoran pipa, pihak perusahaan tidak mengetahui jika mereka tidak turun ke lapangan untuk memeriksa langsung. Kebocoran kata dia, diketahui sekitar pukul 17.00 WIB, sampai pukul 23.00 malam.

Menurut dia, bocornya limbah tersebut tentu sangat berpengaruh bagi warga Desa Semangak. Karena seluruh warga desa menggunakan air sungai untuk mandi cuci kakus (MCK). Dia pun mendesak perusahaan tanggungjawab.

“Perusahaan harusnya ada membuat tempat khusus untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu limbah bocor. Sampai sekarang, belum ada itikad baik perusahaan untuk bertanggungjawab atas masalah ini,” katanya.

Kapolres Sambas, AKBP Robertus B. Herry Ananto Praktikno, melalui Kasat Reskrim Polres Sambas, Iptu Sikko Sesaria Putra Suma mengatakan, saat ini kasus dugaan pencemaran lingkungan itu, sudah ditangani pihaknya. Sekarang masih dalam penyelidikan. Karena laporan yang masuk bersifat aduan.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium dari sampel yang diambil di lokasi. Kasus ini, sedang dalam penyelidikan Satreskrim Polres Sambas, karena belum ada laporan resmi, hanya bersifat aduan masyarakat,” katanya, saat dikonfirmasi insidepontianak.com.

Iptu Sikko menegaskan, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi, termasuk hari ini memeriksa pihak perusahaan. Jika pipa yang bocor itu nantinya terbukti disengaja dirusak oknum tak bertanggungjawab dengan maksud tertentu, dan polisi memiliki cukup bukti, maka pelaku bisa dipidana.

PT ANI III di Semanga merupakan grup perusahaan Wilmar. Saat dikonfirmasi, Humas Wilmar, Gunawan mengatakan sudah mengetahui perihal tersebut. Dia juga membenarkan bahwa manajemen perusahaan sudah dipanggil Satreskrim Polres Sambas untuk memberikan penjelasan.

“Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Sambas, dan hari ini kami dipanggil untuk memberikan penjelasan. Perlu digaris bawahi, kasus ini masih diselidiki kepolisian. Warga menemukan pipa itu bocor di malam hari sementara operasional mesin pabrik kami berhenti sore hari. Makanya kami minta polisi untuk memanggil ahli untuk membuktikan apakah itu bocor karena disengaja atau tidak,” katanya.

Terkait temuan warga tentang adanya ikan mati itu kata Gunawan, harus dibuktikan oleh ahli dan laboratorium apakah benar ikan itu mati karena limbah pabrik PT ANI III.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *