Mafia Tanah Desa Durian Terungkap, Pelaku Mantan Pegawai BPN Kubu Raya

Pers rilis mafia tanah. (Andi/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kalbar mengungkap sindikat mafia tanah di Desa Sungai Durian, Kabupaten Kubu Raya. Modus kejahatan ini dengan memalsukan warkah (dokumen) berupa Surat Pernyataan Tanah (SPT), dan Surat Keterangan Domisili. Potensi keuntungan dalam yang diraup pelaku mencapai satu miliar.

Dirkrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Lutfi mengatakan, aksi kejahatan itu diketahui saat salah satu korban didatangi seseorang. Mereka, menawar harga tanah milik korban yang tak pernah dijual.

Bacaan Lainnya

“Setelah itu dilakukan pengecekan di BPN. Ternyata ada sertifikat lain. Yang dipalsukan di atas tanah korban,” katanya, Kamis (22/4/2021).

Mandapati kejadian itu, korban melapor ke Polda Kalbar. Satgas Mafia Tanah pun melakukan penyidikan bersama BPN

Hasilnya, pelaku bernisial A diketahui otak kejahatan itu. Dia mantan pegawai BPN Kubu Raya sekaligus selaku Ketua Tim Ajudikasi Desa Durian yang pernah divonis dua tahun penjara tahun 2014.

Dalam melancarkan aksinya, A tak sendiri. Dia bekerja sama dengan UF Kepala Desa Sungai Durian tahun 2008. Dia berperan menanda tangani SPT dan Surat Keterangan Domisili, seolah-olah tersangka H dan T sebagai warga setempat. Dari kejahatan itu, lahir 147 sertifikat di tanah seluas 200 hektare. 43 diantaranya atas nama keluarga A yang terdiri dari istri dan anak.

Kini keempatnya sudah diamakan. Mereka pun dijerat Pasal 263 KUHP Jo. Pasal 266 KUHP dan Pasal 263 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP. Sementara itu, polisi terus memburu pelaku lain dalam kejahatan itu. (Andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *