Aksi Protes Jalanan Kembali Digelar di Myanmar

Pengunjuk rasa anti-kudeta berbaris dengan senapan angin rakitan saat salah satu dari mereka memegang tanda yang menunjukkan dukungan untuk tentara federal yang dibentuk sipil selama pawai protes di Yangon, Myanmar, Sabtu, 3 April 2021. (Foto: AP)

MYANMAR, insidepontianak.com – Para pengunjuk rasa Myanmar kembali menggelar aksi mereka di pusat kota Yangon, Jumat (23/4/2021), menyuarakan tentangan mereka terhadap kudeta militer.

Protes di kota itu berlangsung kembali sementara pemimpin junta militer Myanmar bersiap untuk menghadiri KTT darurat ASEAN di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Para pemimpin ASEAN akan membahas krisis Myanmar pada Sabtu (24/4/2021) di Jakarta, dan Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing diperkirakan akan hadir secara langsung.

Demonstrasi terbuka semacam itu, di kota terbesar Myanmar tersebut, sempat berhenti beberapa pekan karena tindakan keras oleh pasukan keamanan sangat membahayakan para pengunjuk rasa.

Aksi protes kali ini diikuti sekitar 150 pengunjuk rasa. Mereka berbaris melalui jalan-jalan besar, sambil menunjukkan salam tiga jari. “Ayo mengaum sampai seluruh kota bisa mendengar suara kita!” teriak pemimpin kelompok itu.

Mereka dengan cepat berpencar ketika kendaraan-kendaraan polisi bermunculan dekat mereka.

Undangan ASEAN terhadap jenderal Min Aung Hlaing telah membuat marah Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), pemerintah bayangan yang dibentuk para anggota parlemen terpilih yang disingkirkan. NUG menyatakan, undangan itu seolah melegitimasi perebutan kekuasaannya pada 1 Februari.

Para pemimpin ASEAN kemungkinan akan mendorong penghentian tindakan yang mematikan oleh pasukan keamanan terhadap para pengunjuk rasa, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 700 orang.

Mereka mungkin juga menyarankan pembentukan misi kemanusiaan untuk Myanmar dan memprakarasai dialog antara kedua belah pihak yang bertikai di sana. (VOA Indonesia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *