Hutan Rimba Kapuas Hulu: Bait Lagu Bercerita Kisah Roh Penjaga Hutan

  • Bagikan
Hutan Rimba Kapuas Hulu
TANGKAP LAYAR: Cuplikan video klip lagu Hutan Rimba dari King Of Borneo. (Youtube: King Of Boneo Band).

Banyak cara bagi orang untuk mengungkapkan rasa cintanya terhadap lingkungan. Ada yang lewat perbuatan langsung, ada pula melalui ungkapan syair dan lagu. Seperti yang dilakukan sekelompok anak muda tergabung dalam grup musik King of Borneo Kapuas Hulu. Mereka mengungkapkan kecintaanya terhadap hutan di bumi Uncak Kapuas dengan membuat bait lagu berjudul Hutan Rimba. Bercerita tentang kisah roh penjaga hutan.

Lagu itu pun telah diunggah di platform Youtube, sejak 22 April 2021, dan sudah ditonton lebih dari tiga ribu orang. Dalam vidio klipnya, terlihat suasana hutan yang terhampar hijau, serta aliran air sungai yang jernih sebagai sumber kehidupan.

banner 336x280

Musik rock yang dipadukan dengan petikan sape, alat musik khas dayak, membawa alam bawah sadar kita yang mendengarkannya terbawa dalam suasana lepas dan tenang. Menjejakkan imaji di kehidupan yang jauh dari kebisingan.

“Hutan rimba, Kapuas Hulu. Kita yang miliki, Kita yang miliki. Hutan rimba, Jantung Borneo. Kita yang miliki, Kita yang miliki. Begitulah potongan lirik lagu Hutan Rimba dari King Of Borneo, band yang tengah ramai diperbincangkan anak muda di Putusibau, Kabupaten Kapuas Hulu saat ini.

Lagu Hutan Rimba itu kini sudah menjadi nyayian yang membanggakan di kalangan anak-anak muda di Bumi Uncak Kapuas.

“Lagu Hutan Rimba terinspirasi dari perjalanan kami, memasuki hutan-hutan di Kapuas Hulu. Bagi kami, Hutan bukan hanya kumpulan pepohonan, ada kehidupan di dalamnya yang membuat kami takjub,” ujar vokalis King of Borneo, Oddi kepada insidepontianak.com, Sabtu (24/4/2021).

Menurutnya, dalam video klip lagu Hutan Rimba itu, menghadirkan kisah roh penjaga hutan seperti Antu Langke, dan Antu Kabo yang diyakini oleh orang Taman, Tamambalo maupun Orung Da’an, Antu Gerasi yang dikenal oleh orang Iban, dan Topeng Hudo’ yang disakralkan oleh orang Kayaan.

“Lewat lagu ini, kami mencoba menyampaikan irisan mitos dan upaya menjaga hutan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar hutan,” terangnya.

Oddi mengatakan, sampai saat ini, kepercayaan masyarakat pedalaman di Kapuas Hulu terhadap sosok astral yang menjaga dan menyelamatkan hutan masih diyakini. Sebab itu, masyarakat adat memperlakukan hutan dengan hati-hati. Bagi mereka, hutan tidak hanya menjadi sumber pangan atau mata air. Tapi hutan juga yang menghubungkan mereka dengan leluhur.

“Itu adalah prinsip yang sangat berarti di masa ini, di mana orang-orang hanya memandang hutan sebagai aset. Hutan adalah rumah dan dari sana kehidupan mengalir,” pungkasnya. (Iriansyah).

Komentar
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: