Penerbitan IMB Mega Lavender Cacat Prosedur

Mega Lavender Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, PT Mega Lavender enggan memberikan keterangan kepada Insidepontianak.com terkait persoalan ini. Sebelumnya, konfirmasi telah dilakukan melalui WhatsApp, maupun surat resmi ke kantor developer tersebut.

Bacaan Lainnya

Jurnalis Insidepontianak.com mendatangi kantor Mega Lavender, dan memberikan surat berisi pertanyaan dan konfirmasi. Surat diterima langsung Direktur Pemasaran PT Mega Lavender Jaya Raya, Felix Edbert, Jumat (23/4/2021). Kepada kami, Felix menyebut tak perlu lagi mengonfirmasi.

“Tidak perlu,” jawab dia singkat, dengan bibir bergetar.

Namun, sebelummya, Felix Edbert memastikan, Mega Lavender tak ada hubungannya dengan sengketa yang sedang berlangsung di Mahkamah Agung. Dia menyebut, tanah tersebut dibeli tahun 2018 lalu, dengan Hendry Susanto Ngadimo.

“Kami tidak ada masalah dengan ahli waris. Kami beli tanah dengan Hendry Susanto Ngadimo,” kata Felix, saat konferensi pers di kantor Mega Lavender, awal April lalu.

Felix enggan berbicara banyak, saat ditanya terkait pembangunan selanjutnya pascakonflik. Dia menjamin keamanan terhadap lahan perumahan di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. Tudingan Benny Irawan yang menyebut tanah tersebut bermasalah, dia bantah.

“Tanah ini aman. Kami (developer) jamin. 100 persen tanah ini bukan sengketa, bukan hak gadai, dan tidak masuk permasalahan hukum. Jika pun timbul masalah hukum kami bertanggung jawab,” ujarnya kepada banyak jurnalis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *