Dianggap Tak Dihormati, Ferdinan Gebrak Meja saat Rapat Bahas Limbah di DPRD Sambas

RAPAT - Rapat dengar pendapat membahas dugaan pecemaran limbah di DPRD Sambas diwarnai aksi gebrak meja oleh Wakil Ketua DPRD, Ferdinan Syolihin, Jumat (30/4/2021). (Inside Pontianak/Yak)

SAMBAS, insidepontianak.com – Rapat dengar pendapat membahas dugaan pecemaran limbah di DPRD Sambas diwarnai aksi gebrak meja oleh Wakil Ketua DPRD, Ferdinan Syolihin, Jumat (30/4/2021).

Legistalor Partai PDIP itu berang hingga menggebrak meja, karena peserta rapat dianggap tidak menghormatinya sebagai pimpinan rapat.

Bacaan Lainnya

Rapat dengat pendapat tersebut membahas dugaan pencemaran lingkungan akibat tumpahan Crude Palm Oil (CPO) di Sungai Sejangkung milik PT Wirata Daya Bangun Persada, dan dugaan pencemaran akibat bocornya pipa pembuangan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Agronusa Investama (ANI) III di Desa Semanga.

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan masing-masing perusahaan kecuali PT Duta Palma selaku pemilik Ponton Royal Palma IV yang membawa CPO milik PT Wirata Daya Bangun Persada. Selain itu hadir juga perwakilan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, termasuk LSM, mahasiswa dan masyarakat.

Peristiwa gebrak meja tersebut bermula ketika perwakilan PT Wirata Daya Bangun Persada menyampaikan komitmennya untuk bertanggungjawab kepada masyarakat yang terdampak tumpahan CPO di Sungai Sejangkung.

Tiba-tiba seorang peserta rapat mengintrupsi dan menggebrak meja. Sikap itu langsung direspon pimpinan rapat, Ferdinan Syolihin. Dia berang karena peserta rapat seenaknya menggebrak meja dan tidak menghormati pimpinan.

“Pak Rizal, saya ingatkan anda ini gedung DPRD ya, anda kalau tidak menjaga sikap, silahkan polisi suruh keluar saja. Gedung DPRD punya aturan, punya proses, kami hargai anda di sini, jangan seenak anda,” katanya.

“Sekali lagi saya minta anda jaga kesopanan di ruangan ini, kalau tidak puas anda silahkan keluar. Saya menghormati anda tolong hargai saya sebagai pimpinan di sini, kalau gebrak meja saya juga bisa,” sambungnya, seraya membalas gebrakan meja peserta rapat.

Dalam rapat itu Ferdinan mengatakan, tiga hal penting yang menjadi keputusan bersama adalah pertama komitmen pihak perusahaan memenuhi permintaan masyarakat. Pemerintah daerah harus berkomunikasi dengan masyarakat secepatnya terkait hal itu.

“Pihak perusahaan juga, tolong komitmen dengan apa yang disampaikan, hari ini harus ada keputusan. Pertama kami minta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera lakukan komunikasi dengan masyrakat terkait komitmen perusahaan,” katanya.

Kedua lanjut Ferdinan, semua pihak sama-sama menunggu hasil laboratorium klinis terkait sampel yang telah di kirimkan. Ketiga pemerintah daerah harus melakukan evaluasi ulang terkait tata kelola, perijinan dan AMDAL semua perusahaan yang ada.

“Saya minta maaf karena emosional. Saya sudah beberapa kali menegaskan ke peserta rapat agar menjaga tata tertib sopan santun. Saya merasa tidak dihargai sebagai pimpinan, mereka seenaknya gebrak meja, kalau begitu saya juga bisa,” tegasnya. (Yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *