PT Wirata Daya Bangun Persada Tolak Tanggung Jawab Soal CPO Tumpah di Sungai Sejangkung

Rapat dengar pendapat terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah CPO di Sungai Sejangkung dan kebocoran pipa limbah PT ANI III di Semanga, Jumat (30/4/2021). (Yak/Insidepontianak.com)

SAMBAS, insidepontianak.com – Staff Legal PT Wirata Daya Bangun Persada, Urai Abdullah mengakui Crude Palm Oil (CPO) yang tumpah di Sungai Sambas Besar, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Senin 19 April 2021 adalah milik mereka.

Kendati demikian perusahaannya menolak bertanggung jawab atas insiden itu. Dia berpendapat, tanggung jawab sebenarnya ada pada PT Duta Palma, pemilik Ponton Royal Palma IV selaku ekspedisi yang membawa produk mereka dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Bengkayang melewati jalur Sungai Sambas Besar.

Bacaan Lainnya

Hal itu, disampaikan dalam rapat dengar pendapat (hearing) di DPRD Sambas dengan masyarakat, LSM, dan dinas terkait. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sambas, Ferdinan Syolihin, Jumat (30/4/2021) pagi.

“Kami akui bahwa CPO itu adalah produk PT Wirata Daya Bangun Persada. Namun perusahaan pemilik Ponton Royal Palma IV yang bertanggung jawab, sebagai ekspedisi yang membawa produk kami dan mengalami kebocoran saat perjalanan,” katanya.

Dia mengatakan, CPO tersebut diangkut dari PT Wirata Daya Bangun Persada di Kabupaten Bengkayang dan keluar melalui jalur air Sungai Sambas Besar.

Kendati tanggung jawab penuh tumpahnya CPO tersebut tidak pada PT Wirata Daya Bangun Persada, Uray Abdullah mengatakan pihaknya tetap bertanggung jawab secara moral dengan mengutip tumpahan CPO tersebut sampai benar-benar bersih.

“Sejak CPO itu tumpah kami telah mengutipnya sampai bersih sebagai tanggung jawab moral. Tapi perlu digarisbawahi, tanggung jawab penuh ada pada perusahaan pemilik Ponton Royal Palma IV sebagai mitra kerja kami,” katanya.

Sayangnya, dalam rapat dengar pendapat di DPRD Sambas, manajemen perusahaan PT Duta Palma pemilik Ponton Royal Palma IV tidak hadir. Diduga undangan yang dikirimkan tidak sampai ke manajemen.

“Undangan untuk Royal Palma dititipkan ke saya, sudah saya kirimkan via WhatsApp ke ABK Ponton Royal Palma IV, saya suruh sampaikan ke manajemen mereka. Tapi mereka tidak hadir hari ini,” kata Urai Abdullah. (Yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *