Warga Perbatasan Jagoi Babang Diminta Hindari Beli Bahan Pangan dari Malaysia

Sundun
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang, Sundun. (Baruna/Insidepontianak.com).

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang, Sundun ingatkan masyarakat perbatasan Jagoi Babang tidak tergiur membeli produk makanan atau bahan pangan dari Malaysia. Sebab mutu dan kualitasnya belum tentu terjamin kesehatannya.

Apalagi saat ini pandemi masih terjadi. Produk luar dari Malaysia harus dihindari masuk ke Bengkayang ataupun Kalbar. Sundun memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap barang-barang yang masuk dari perbatasan Jagoi Babang. Untuk menghindari penyelundupan barang ilegal.

“Untuk minimarket, swalayan dan pasar rakyat, kita memonitoring, dan belum ditemukan barang Malaysia diperjualbelikan,” ucapnya, Jumat (30/4/2021).

Dia pun mengimbau masyarakat tidak menjual atau menawarkan barang-barang dari Malaysia di momen jelang hari raya Idulfitri.

“Selain legalitas, kita tidak tahu mutu dan kualitas barang tersebut, kecuali sudah diperiksa oleh BPOM,” pesannya.

Menurutnya, ketertarikan warga perbatasan membeli produk tetangga biasanya memang cenderung tinggi saat jelang hari raya keagamaan seperti Idulfitri. Terutama gula Malaysia. Karena harganya lebih murah ketimbang produk dalam negeri.

“Tapi kualitasnya tidak diketahui, apakah sehat bila dikonsumsi. Karena itu, semoga masyarakat memiliki kesadaran dan pemahaman mengenai hal tersebut. Dan kita akan terus pantau serta memberikan edukasi kepada mereka,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *