Lama Didambakan, Eksekusi Kantin Pantai Sinam Bukti Kekompakan Masyarakat Pemangkat

Pantai Sinam Pemangkat
Pantai Sinam Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalbar, Sabtu (1/5/2021)/Yak/insidepontianak.com

SAMBAS, insidepontianak.com –Kawasan remang-remang di Pantai Sinam, Kecamatan Pemangkat dieksekusi pemerintah. Penataan kawasan tersebut ternyata telah lama didambakan masyarakat Pemangkat. Camat Pemangkat, Slamet Riyadi mengatakan eksekusi tersebut menjadi sejarah bagi masyarakat Pemangkat.

“Pembongkaran kantin di kawasan Pantai Sinam ini sudag lama diharapkan masyarakat. Hari ini menjadi sejarah bagi masyarakat Pemangkat, kawasan ini akhirnya bisa di bongkar dengan upaya yang humanis,” katanya saat menyampaikan sambutan sebelum eksekusi dilakukan, Sabtu (1/5/2021).

Bacaan Lainnya

Slamet Riyadi mengatakan, eksekusi tersebut merupakan refleksi dari persatuan masyarakat Pemangkat. Selama ini eksekusi tidak bisa dilakukan dan baru sekarang bisa, ternyata masalahnya hanya komunikasi.

“Banyak pertanyaan, kenapa baru sekarang kantin Pantai Sinam di bongkar, kenapa tidak dari dulu, masalahnya cukup sederhana, hanya masalah komunikasi saja. Selama ini kita dihadapkan dengan ego masing-masing,” katanya.

Slamet Riyadi menceritakan, menata Pantai Sinam bukanlah hal yang mudah, sebagai camat dia dihadapkan dengan berbagai masalah dalam upaya penataan tersebut. Bahkan dia mengaku pernah didatangi sekelompok masyarakat yang ingin melaporkannya ke polisi.

“Saya pernah didatangi sekelompok masyarakat yang ingin melaporkan saya ke polisi. Saya sampaikan siap masuk penjara untuk kebaikan kita bersama. Saya pastikan waktu itu tidak akan ada ganti rugi tanah negara, yang ada hanya santunan setara nilai kantin tersebut,” kisahnya.

Dalam perjalanannya, perjuangan membongkar kawasan remang-remang di Pantai Sinam melewati proses panjang. Menurut Slamet Riyadi, komunikasi sudah dilakukan berkali-kali, seperti seminar di gedung Pancasila Pemangkat, dan menengar keluhan pemilik kantin.

“Pernah ada seminar di gedung Pancasila Pemangkat yang dimotori oleh pemuda-pemudi Pemangkat. Ternyata harapan pemilik kantin ini sederhana, mereka hanya ingin tetap hidup dan berdagang, karena itulah yang menghidupi mereka,” tuturnya.

Akhirnya para pemilik kantin di Pantai Sinam mau dengan sukarela tempat usaha mereka di eksekusi pemerintah. Slamet Riyadi mengucapkan ribuan terimakasih kepada pemerintah daerah, masyarakat Pemangkat dan pemilik kantin.

“Salah satu motor penggerak kami adalah Kades Pemangkat, Pak Kasful Anwar. Penataan Pantai Sinam hari ini adalah salah satu inovasi untuk lomba desa di provinsi nantinya. Untuk pemilik kantin yang sudah  dibongkar kami ucapkan terimakasih, nantinya tempat ini akan kami jadikan destinasi wisata,” katanya.

Terakhir, Slamet Riyadi mengatakan, mereka juga berencana menertibkan bangunan liar di samping Kelenteng Tri Dharma Bhakti Pemangkat, nanti kawasan itu akan dijadikan lapangan tenis. Sementara lapangan upacara di sana akan dibuat pentas seni untuk pemuda-pemudi Pemangkat. (Yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *