Pembuktian Pencemaran Lingkungan PT ANI III Tunggu Hasil Uji Sampel Air

Pipa Pembuangan Limbah PT ANI III
DITEMUKAN - Pipa pembuangan limbah PT ANI III yang putus dan bocor, hingga menyebabkan pencemaran lingkungan ditemukan warga, Rabu (7/4/2021) malam. (Ist).

SAMBAS, insidepontianak.com – Kasus dugaan pencemaran lingkungan akibat bocornya pipa pembuangan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Agronusa Investama (ANI) III Wilmar Grup di Desa Semanga, Kecamatan Sejangkung, Kabupatem Sambas, menunggu hasil uji laboratorium sampel air.

Hasil uji klinis terhadap sampel air tersebut, akan membuktikan apakah terjadi pencemaran lingkungan akibat kebocoran limbah tersebut. Jika benar, maka PT ANI III patut diduga melanggar Undang-Undang lingkungan.

Bacaan Lainnya

Kabid Penataan dan Penaatan Dinas Perkim LH Kabupaten Sambas, Zuldian dalam rapat dengar pendapat di DPRD Sambas, Jumat 30 April kemarin mengatakan, pihaknya bersama Satreskrim Polres Sambas telah mengambil sampel air yang diduga tercemar pada Jumat, 9 April 2021.

Dia mengatakan, sedikitnya ada lima titik pengambilan sampel air untuk dikirimkan ke laboratorium di Pontianak, guna membuktikan apakah terjadi pencemaran atau tidak di lokasi bocornya pipa pembuangan limbah, lalu di Sungai Anas dan Sungai Sambas Besar. Serah terima sampel air itu kata Zuldian dibuatkan berita acara dan sampai sekarang hasilnya belum keluar.

“Di lokasi bocornya pipa kami ambil sampel air, kemudian di hilir tanggul kami ambil sampel kedua, lalu di muara Sungai Anas kami ambil sampel ketiga, lalu di hulu Sungai Sambas kami ambil sampel keempat, dan di hilir sungai Sambas kami ambil sampel kelima. Jaraknya sekitar 50 meter antar hulu dan hilir,” katanya.

“Kami juga menyusuri aliran parit tersebut sejauh kurang lebih 600 meter dan ditemukan tanggul pertama, lalu tak jauh dari situ ada tanggul kedua yang terhubung ke kolam penampungan limbah pabrik,” katanya.

Saat pemantauan ke lokasi, katanya, kondisi pipa yang lepas dan bocor sudah tersambung kembali. Secara kasat mata, air parit yang ada di lokasi bocornya pipa tersebut, bewarna cokelat dan ada ikan yang mati.

Periksa 13 Saksi

Pihak kepolisian telah memeriksa 13 orang saksi terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat bocornya pipa pembuangan limbah PKS PT ANI III tersebut.

Kabag Ops Polres Sambas, Kompol Paino dalam pemaparannya terkait perkembangan penanganan kasus tersebut saat rapat dengar pendapat di DPRD Sambas mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP sehari setelah laporan diterima yakni Jumat, 9 April 2021.

“Polisi melihat langsung pipa yang lepas telah disambung kembali. Dalam kasus ini cukup banyak orang yang diperiksa yakni 13 orang. Lalu undang-undang yang dikenakan adalah undang-undang lingkungan hidup,” katanya.

Kompol Paino megatakan, hambatan dalam penanganan kasus tersebut yakni belum keluarnya hasil uji klinis dari laboratorium di Pontianak dan keterangan saksi ahli. Pihaknya berencan akan memintai keterangan saksi ahli dari LHK Provinsi Kalbar.

Sementara itu, Manager PT ANI III Kumpay, Joni AB dalam kesempatan yang sama mengakui adanya kebocoran pipa pembuangan limbah milik PKS PT ANI III, namun dia saat itu sedang tidak berada di lokasi karena masih cuti.

“Apa yang disampaikan Kades Semanga, Pak Mujian tentang kebocoran pipa pembuangan limbah milik kami itu memang benar. Saya sedang berada di Medan karena cuti, jadi saya hanya mendapat laporan dari karyawan di lapangan,” katanya.

Joni menjelaskan, di PKS PT ANI III mesin pabrik dimatikan sebelum setop pengolahan dan setop pengolahan pukul 19.00 WIB. Kemungkinan kata dia, hari itu setop pengolahan lebih dari waktu yang ditetapkan. Kendati demikian, Joni telah memerintahkan karyawan untuk melakukan pencucian aliran parit dengan alat berat.

“Begitu dapat laporan tentang pipa pembuangan yang bocor, besok paginya kami  langsung mengerahkan alat berat ekskavator untuk mencuci aliran parit yang terindikasi terkena kebocoran,” katanya.

Joni berdalih, lokasi bocornya pipa pembuangan limbah itu ada dalam areal kebun, dan masih jauh dari aliran Sungai Anas sehingga tidak berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

“Walau begitu, sampel yang telah diambil akan membuktikan semuanya, karena polisi sudah mengambil sampel untuk dikirim ke laboratorium,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Sambas, Ahmad Hafsak Setiawan meminta, pemerintah daerah melalui dinas terkait melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang diduga mencemari lingkungan.

Permintaan itu dia sampaikan usai rapat dengar pendapat di DPRD Sambas terkait adanya kebocoran pipa limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Agronusa Investama (ANI) III Kumpay, di Desa Semanga, Kecamatan Sejangkung, Sambas belum lama ini.

Hasil rapat dengar pendapat antara masyarakat dan pihak perusahaan, kita ingin semua tata kelola limbah harus ditata ulang, baik itu ijin perusahaan, ijin amdal semuanya harus ditinjau ulang, tidak hanya PT ANI III saja.

Tata kelola limbah ini baku mutunya harus jelas, jika didapat menyalahi aturan, tidak ramah lingkungan harus segera diperbaiki. Sehingga tidak ada kejadian limbah bocor ke depannya, CPO tumpah dan sebagainya.

“Kita ingin Pemda harus meninjau semua tata kelola perusahaan,” tandasnya. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *