Bupati Atbah ke Gubernur Sutarmidji: Bicara Sembarangan, Cocok Jadi Penguasa Bukan Pemimpin

Gubernur Sutarmidji dan Bupati Atbah
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili (kanan) dan Gubernur Kalbar, Sutarmidji (kiri) saat panen raya di Kecamatan Sebawi, Sabtu (2/2/2019). Foto tersebut diambil sebelum pandemic Covid-19 melanda. (Istimewa).

SAMBAS, insidepontianak.com – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili membantah tudingan Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang menyebut dirinya ogah-ogahan menangani virus Corona (Covid-19) karena masa jabatan sudah hampir habis. Atbah mengatakan, Gubernur Sutarmidji congkak dan tak cocok jadi pemimpin, karena sering merendahkan orang lain di depan umum.

“Sutarmidji terbiasa menghina dan merendahkan orang lain di depan umum. Menurut saya perilaku seperti itu cocoknya jadi penguasa, sangat tidak pantas jadi pemimpin,” kata Atbah, saat dikonfirmasi insidepontianak.com melalui WhatsApp, Selasa (4/5/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Atbah menilai, Sutarmidji adalah Gubernur bermulut kotor, tidak bisa menjaga lidahnya meskipun dalam keadaan puasa masih membicarakan orang.

“Sebaiknya, dia menyibukkan diri dengan membaca Alquran daripada mengghibahkan orang,” katanya.

Atbah kecewa dengan Sutarmidji sebagai orang nomor satu di Kalbar yang terkesan punya kebiasaan mempermalukan orang di depan umum dengan kata-kata kasar.

“Sungguh itu adalah kebiasaan buruk yang tidak perlu dibiasakan oleh siapapun, apalagi Gubernur,” katanya.

Atbah mengklaim, Kabupaten Sambas sejatinya daerah yang paling serius tangani Covid-19. Apalagi Sambas memiliki PLBN Aruk yang jadi pintu keluar masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI). Penanganan terhadap para pelintas batas itu dirasa sudah dilakukan seoptimal mungkin.

“Sutarmidji ini bicara sembarangan, tidak berdasarkan data dan tanpa klarifikasi. Seperti itu kebiasaan dia, senang sekali menyalahkan orang dan suka menyakiti hati orang lain, ngomongnya kasar dan congkak,” ucap Atbah.

Menurutnya, Sutarmidji adalah Gubernur yang budi bahasanya kasar dan congkak, bahkan berbicara menggunakan kata yang buruk dan tidak pantas.

“Harusnya sebagai Gubernur bersikap sabar untuk memberikan arahan, petunjuk dengan cara baik dan santun,” katanya.

Terkait tudingan ogah-ogahan menangani Corona karena masa jabatan sisa satu bulan, Atbah tegas membantah itu. Dia menjamin, jabatan sebagai Bupati Sambas akan diemban sebagai amanah sampai tuntas.

“Jabatan adalah amanah, harus husnul bidayah dan husnul nihaya, husnul muqaddimah dan husnul khatimah,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar, Sutarmidji menuding Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili tidak serius menangani Corona karena masa jabatan hampir habis. Sisa satu bulan lagi. Atbah dianggap lepas tanggung jawab karena jabatan akan berakir Juni mendatang.

“Jangan bupati (Sambas) merasa sudah habis bulan Juni, sekarang ogah-ogahan. Tanggung jawab dia sampai Juni, udahlah besar hatilah untuk melaksanakan tugas pemerintahan,” kata Sutarmidji Senin (3/5/2021) kemarin di Pontianak.

Sutarmidji juga menyebut, karena jabatan Atbah-Hairiah sudah hampir habis, roda pemerintahan sudah tidak efektif.

“Sambas saya udah angkat tangan, capek ngomongnya saja. Mungkin karena enggak efektif pemerintahan di sana, tinggal satu bulan lagi. Tapi kan enggak boleh gitu, kasihan masyarakatnya,” katanya. (Yak).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *