Penyekatan Batas Wilayah, Warga Pontianak Dilarang ke Luar Kota

BATULAYANG
Gerbang batas kota di Batulayang. (Mapio.net)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Utin Srilena Candramidi mengatakan, penyekatan batas Kota Pontianak dan Mempawah di Batulayang, akan diberlakukan 6 Mei 2021 mendatang. Sementara waktu masyarakat yang akan keluar dari Kota Pontianak dilarang.

“Apabila ditemukan masyarakat yang akan keluar dari Kota Pontianak akan diminta kembali ke rumah masing-masing. Karena situasi yang memang melarang keluar,” terang Utin Srilena Candramidi, Selasa (4/5/2021).

Bacaan Lainnya

Selama pemberlakuan kebijakan ini, warga yang bermukim di Kota Pontianak tidak boleh keluar sementara waktu. Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tetap memberi toleransi kepada masyarakat dengan kondisi tertentu.

Misalnya saja terdapat anggota keluarga yang sakit dan meninggal dunia. Mereka diizinkan keluar asal menyertakan dokumen Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang dikeluarkan lurah.

“Ada indikatornya, gak bisa sembarangan. lurah juga jeli,” jelasnya.

Selain itu, mereka pun tetap harus melewati pemeriksaan rapid antigen di Batulayang, untuk dipastikan kesehatannya agar tak menularkan ke daerah lain. Sedangkan untuk masyarakat di luar kota yang akan memasuki Pontianak akan dilakukan rapid antigen oleh Dinas Kesehatan. Jika hasilnya reaktif, maka mereka akan dihadapkan dua pilihan.

“Silahkan pulang atau karantina. Kalau non reaktif silahkan masuk ke Kota Pontianak,” tegasnya.

Saat pemberlakukan penyekatan batas kota, Pemkot tetap membolehkan kendaraan pengangkut barang, sembako dan BBM melintas, namun mereka tetap dilakukan pemeriksaan rapid antigen jika akan masuk ke Kota Pontianak. (Andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *