DLH Pontianak Telusuri Sumber Dugaan Pencemaran Air Memerah di Jalan Dr Wahidin

  • Bagikan
Pencemaran Air di Parit Dr Wahidin
MERAH PEKAT - Kondisi air parit Jalan Dr Wahidin tepatnya di depan pesantren Darul Khairat, merah pekat. Saat siang kondisi air tersebut merah seperti darah. Dinas Lingkungan Hidup sudah tengah menginvestigasi dugaan pencemaran air tersebut. (Abdul Halikurrahman/Insidepontianak.com).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak selidiki sumber dugaan pencemaran air yang memerah di parit Jalan Dr Wahidin Pontianak. Sampel air sudah diambil untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkunan Hidup Kota Pontianak, Lita Asrita menyebut, kejadian serupa juga pernah tejadi di saluran parit Jalan Martadianata dan Jalan Tebu beberapa waktu lalu.

“Waktu itu ada pencucian mobil dan membuang cat. Nah, untuk kejadian sekarang ini, masih kita investigasi. Kita masih telusuri sumbernya,” ucapnya.

Sampai saat ini, kondisi air di saluran parit Jalan Dr Wahidin, tepatnya di depan Pondok Pesantren Darul Khairat masih merah pekat, meski hujan telah mengguyur. Namun tak seterang seperti saat sore. Besok Pihak Dinas Lingkungan Hidup akan melakukan penyedotan air di kawasan itu.

“Kalau kita menemukan fakta yang autentik bahwa terjadi pencemaran yang dilakukan oleh suatu kegiatan usaha atau masyarakat, tertentu, bisa ditindak. Kita sudah menginventarisir usaha yang ada di sekitar Jalan Wahidin dan Nata Kusuma,” katanya.

Kejadian air memerah di parit Jalan Dr Wahidin itu membuat geger masyarakat yang melintas, Rabu (5/5/2021) sore . Diperkirakan, kejadian itu diketahui warga, sekitar pukul 15.30 WIB. Kondisi air merah seperti darah. Namun tidak menimbulkan bau.

“Dari keterangan warga yang sudah kita kumpulkan, mereka menyebut bau air seperti biasa saja. Kita sedang telusuri sumbernya. Nanti untuk hasilnya akan kita sampaikan lebih lanjut,” tutup Lita.

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: