Dua Kali Disebut Congkak oleh Pejabat Daerah, Ini Sederet Kemarahan Sutarmidji yang Jadi Sorotan

Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji sudah dua kali disebut congkak dan sombong oleh pejabat tinggi di daerah. Pertama oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan. Ketika dikatai buta dan tidur oleh Sutarmidji soal kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Bahasan tidak terima. Menurutnya pernyataan itu sudah menghina dirinya secara personal.

“Jika mengatakan wakil wali Kota buta dan tidur itu arahnya ke personal. Secara norma dan adab kesopanan tidak beradab dan terkesan congkak, sombong dan arogan,” kata Bahasan kepada wartawan, Selasa 4 Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

Terbaru, Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili. Dia berang karena cara komunikasi Sutarmidji yang terkesan ceplas-ceplos dan suka mempermalukan orang lain di muka umum. Apalagi setelah menganggap Sutarmidji menyindirnya lewat postingan Facebook.

Kepada insidepontianak.com, Atbah bahkan meyebut sifat Sutarmidji jahat. Dia menggarisbawahi ungkapan itu dinyatakan secara personal Sutarmidji. Bukan kepada posisinya sebagai Gubernur.

Sebagai orang tua kata Atbah, Sutarmidji seharusnya menjadi contoh yang baik bagi semua orang. Dia menegaskan, sindiran Sutarmidji yang menyebut dia baperan dan tidak bersyukur diberi teguran tidak benar.

“Sutarmidji ini orang tua, harus menjadi contoh dan teladan untuk kami dan kita semua yang muda. Baperan sangat tidak penting dan tidak perlu (bagi saya), rasional, proporsional, dan tenang harus menjadi akhlaq kita,” katanya kemarin.

Tak hanya itu, Sutarmidji juga pernah marah dengan KJRI Kuching, Malaysia dengan bahasa yang keras. Dia ringan menyebut KJRI Kuching tidak kerja dan hanya tidur saja, terkait pengawasan pemulangan PMI di masa pandemi. Pernyataan itu pun jadi sorotan banyak pihak.

“Konsulat Kuching jangan mau enak saja. Apa kerjanya disana? Apa cuma tidur saja? Harusnya yang kembali ke Kalbar sudah diketahui positif atau negatif. Untungnya kita ketat. Jadi tahu mana yang positif. Kalau dibiarkan bisa se-Kalbar terjangkit,” katanya kepada wartawan di Pontianak, Minggu 4 Maret 2021 lalu.

Sutarmidji juga pernah berang dengan pedemo yang memakinya saat aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU Omnibuslaw Cipta Kerja di Pontianak, Selasa 10 November 2020. Saking berangnya, dia sampai melaporkan pedemo tersebut ke polisi.

“Yang maki-maki saya tuh, saya mau lapor polisi, pasti, karena itu hak saya. Saya akan buat laporan. Saya sudah bilang ke mereka saya akan tetap buat laporan. Kita ketemu di pengadilan saja,” ucap Sutarmidji usai melihat video makian dari pedemo tersebut.

Selain itu, dalam rekam jejak digitalnya, Sutarmidji juga pernah menegur Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan dan Bupati Landak, Karolin Margret Natasa karena dianggap tak serius tangani pandemi Covid-19. Dia bahkan melarang orang berkunjung ke Kabupaten Mempawah dan Landak ketika itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *