Muncul Penularan Covid-19 Kluster Keluarga dan Kantor, Wali Kota Edi: Warga Perketat Prokes

Wali Kota Edi
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (Prokopim Pemkot Pontianak).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, perkembangan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Pontianak. Pekan ke-14 hingga 17 terjadi tren kenaikan positif rate sebesar 31,4 persen. Peningkatan kasus ini selain berasal dari kluster mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak, juga ada kluster keluarga dan perkantoran. Untuk itu, dia meminta warga perketat protokol kesehatan (Prokes).

“Untuk kluster keluarga kita indikasikan dan diprediksi berasal dari kegiatan aktivitas di bulan Ramadan. Mobilitas pertemuan dan buka bersama juga menyebabkan kluster bertambah,” ujarnya di Ruang Pontive Center, Rabu (5/5/2021).

Bacaan Lainnya

Kemunculan varian baru Covid-19 seperti B117 dan lainnya menjadi tren kasus Covid-19 yang perlu diwaspadai. Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Pontianak diharapkan bisa menekan angka kasus Covid-19.

“Saya berharap, adanya partisipasi dari masyarakat. Sebab, jika masyarakat tidak mendukung upaya ini akan menjadi masalah,” ungkap Edi.

Ia menambahkan, terkait kasus terbaru Covid-19, para pasien yang terkonfirmasi positif dilakukan isolasi di Rusunawa Nipah Kuning dan Upelkes.

Menurutnya, aktivitas di pusat-pusat perbelanjaan menjelang Hari Raya Idulfitri sangat meningkat. Ia memperkirakan puncak keramaian terjadi antara H-10 hingga H-1. Puncak terjadi lonjakan pengunjung, baik di pasar tradisional maupun modern diperkirakan pada hari Sabtu, Minggu dan Senin mendatang.

Edi memastikan, untuk mengendalikan kerumunan warga tersebut, razia di pusat-pusat perbelanjaan akan dilakukan dengan serius. Pengawasan Prokes menjadi utama. Warga yang kedapatan berbelanja tak memakai masker akan diminta pulang.

“Pengunjung yang tidak menggunakan masker, tidak diperbolehkan untuk memasuki pasar,” terangnya.

Selain merazia pengunjung yang tidak mengenakan masker, juga dilakukan pembagian masker secara gratis sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan kluster baru di pusat perbelanjaan.

“Warga juga kita harapkan untuk bisa menahan diri dan menjalankan protokol kesehatan secara ketat,” imbaunya.

Edi berharap masyarakat tidak memaksakan diri berbelanja lebaran, agar tidak terjadi kerumunan yang terlampau padat serta tetap mengenakan masker dan mematuhi protokol kesehatan.

“Setelah pulang dari pasar, masyarakat sebaiknya langsung mandi dan bersih-bersih,” pesannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *