TKA Tiongkok Masuk Mempawah, Lepas Lebaran Datang Lagi

WNA Tiongkok di Mempawah
Tangkapana layar vide WNA Tiongkok keluyuran di Pasar Mempawah terekam kamera warga, Jumat (7/5/2021) malam./Istimewa

MEMPAWAH, insidepontianak.com –Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Tiongkok menyerbu Mempawah, sedikitnya ada 20 orang TKA yang tiba di Mempawah sekitar pertengahan Maret lalu. Kedatangan mereka bergelombang, pertama 11 datang 11 orang, lalu disambung 9 orang. Mereka dibawa oleh PT Calengko, pemenang tender yang akan mengerjakan 70 persen proyek SGAR di Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit.

Pengawas Tenaga Kerja Provinsi Kalbar wilayah kerja Kabupaten Mempawah, Eko Andriyatno mengatakan mereka adalah para tenaga ahli yang didatangkan dari Tiongkok sekitar sebulan lalu. Mereka belum masuk bekerja dan menginap di indekos, sementara karena mess mereka di lokasi proyek belum siap.

Bacaan Lainnya

“Sebulan yang lalu 11 orang (TKA Tiongkok) tiba di Mempawah. Merka hanya (beraktivitas) sekitar penginapan itu saja. Karena di sana mes mereka belum siap, kita koordinasi dengan PT BAI dalam minggu ini mungkin sudah bisa masuk,” katanya, Sabtu (8/5/2021).

Eko mengatakan, pekerja asing tersebut mendapaf fasilitas di PT BAI, seperi mes tempat tinggal, air bersih dan sebagainya disiapkan perusahaan.

“Saya sudah datang menemui mereka di penginapan, saya minta dokumen mereka mulai dari RPTKA,notifikasi, paspor dan visa. Terus bukti mereka karantina di Jakarta juga saya minta. Ada (yang karantina) di wisma atlet, tapi itulah ranah kami hanya RPTKA dan notifikasi saja, yang lain itu imigrasi,” katanya.

Eko mengatakan, para pekerja asing dari Tiongkok ini sama sekali tidak bisa berdialog dengan bahasa Indonesia. Lalu hanya satu dua orang saja yang bisa berbahasa Inggris. Dirinya sedang menunggu penanggungjawab para pekerja asing tersebut yang sampai sekarang belum ada.

“Mungkin habis lebaran ini penanggungjawabnya akan datang,” katanya.

Eko menjelaskan, awalnya para pekerja asing tersebut datang berjumlah 11 orang lalu bertambah lagi 9 orang. Terdiri dari 19 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka semua adalah para tenaga ahli yang akan mengerjakan proyek pembangunan SGAR.

“Kelihatan dari notifikasi, jabatan mereka tertulis di sana. Tenaga ahli semua yang datang,” katanya.

Eko mengaku dapat instruksi dari Kadisperindagnaker Mempawah, Yusri, untuk memantau terus para pekerja asing dari Tiongkok tersebut.

“Saya sudah bilang ke mereka, kalau ada TKA datang laporkan ke kami, laporkan juga ke aparat, kepala desa, lurah harus tau. Sekarang kita belum bisa berbuat banyak karena mereka belum masuk ke lokasi kerja,” katanya.

Eko memperkirakan, setelah lebaran nanti, tenaga kerja asing dari tiongkok akan datang lagi ke Mempawah.

“Kita belum tau jumlahnya berapa yang akan datang setelah lebaran. Penanggungjawabnya belum diketahui,” katanya.

Dalam proses konstruksinya, pabrik SGAR harus mempekerjakan tenaga lokal. Eko mengatakan, komposisinya harus 60/40. 60 persen lokal, 40 persen dari luar.

Kabar terbaru yang didapat, setelah duberitakan sebelumnya, para pekerja asing asal Tiongkok tersebut sudah berkemas barang di indekos untuk pindah ke mess di areal proyek PT BAI Sungai Kunyit.

TKA Tiongkok di Mempawah menginap di indekos depan rumah Sekda.
TKA Tiongkok di Mempawah menginap di indekos depan rumah dinas Sekda. Usai diberitakan, mereka mulai berkemas dan pindah ke mess PT BAI Sungai Kunyit, Sabtu (8/5/2021)./Istimewa

Sebelumnya diberitakan, beredar informasi yang membuat warga Kabupaten Mempawah geger, rombongan Warga Negara Asing (WNA) dari Tiongkok keluyuran di Pasar Mempawah. Peristiwa itu sempat terekam kamera warga, Jumat (7/5/2021) malam.

Dari potongan video yang beredar, lima orang yang terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan sedang berjalan kaki di Terminal Mempawah menggunakan masker. Warga yang  merasa asing dengan lima orang tersebut merekamnya.

“Ramai TKA (Tenaga Kerja Asing). Kayaknye kerje di Sungai Kunyit,” kata perekam video tersebut.

Gusti, warga Mempawah meminta petugas memeriksa kelengkapan dokumen para WNA tersebut, mulai dari RPTKA dan notifikasi, hingga di mana mereka bekerja dan berapa lama akan berada di Mempawah.

“Kalau kami di Jalan Mane Pak Kasih tidak begitu resah karena mereka hanya numpang lewat saja. Tapi aneh juga (mereka keluyuran), boleh di tanya ke pihak terkait itu,” katanya.

Informasi yang beredar, lima orang itu adalah sebagian dari total dua puluhan orang TKA yang didatangkan PT Calengko sub kontrak (Subkon) dari PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), yang mana dalam minggu ini mereka akan masuk bekerja di lokasi pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit.

Mereka menginap di indekost yang ada di depan rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mempawah Jalan A Djelani, Mempawah Hilir. Wartawan kemudian berupaya mengkonfirmasi dan bertemu dengan seorang pria bernama Cecep, tugasnya sebagai penjaga indekost tersebut.

Cecep membenarkan adanya sejumlah TKA dari Tiongkok yang menginap di situ dan akan bekerja proyek pembangunan SGAR, Sungai Kunyit. Dia tak mengijinkan wartawan untuk bertemu dengan para TKA tersebut.

“Tidak bisa ini wilayah saya, silahkan bapak konfirmasi ke Polres atau langsung ke PT BAI,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manapun, wartawan sedang berupaya mengkonfirmasi ke petugas Pengawas Tenaga Kersa Asing. (Yak)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *